Hati-hati, AI Deepfake! Alat Manipulasi di Industri Film Dewasa

AKURAT.CO Deepfake merupakan Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang bisa membuat Video atau audio palsu menggunakan referensi material yang sudah ada.
Teknik ini bisa menempatkan dan menggabungkan gambar dan Video yang ada ke sumber gambar atau Video menggunakan deep learning yang dikenal sebagai jaringan permusuhan generatif. Istilah ini mulai ada sejak tahun 2017.
Kepopuleran teknik Deepfake diperkirakan sudah ada sejak tahun 1997 lalu disaat Christoph Bregler, Michele Covelle, dan Malcolm Slanley (PDF) melakukan teknik manipulasi Video dalam proyek Video Rewrite, program ini dibangun untuk memudahkan para pelaku perfilman dalam memodifikasi Video.
Video Rewrite merupakan sistem animasi wajah pertama yang mampu mengotomatiskan proses penyelarasan ulang rekaman yang ada di rekaman baru. Dan membuat orang-orang mampu memanfaatkan Kecerdasan buatan untuk menghasilkan rekayasa gambar dan Video yang “nyata”.
Melalui lansiran Vox, diceritakan tentang perjalanan direktur pembelajaran mesin di Apple’s Special Projects Group, Ian Goodfellow, dalam mengembangkan Kecerdasan buatan untuk foto, sejak 2014, hasilnya, dalam waktu kurang dari lima tahun, mereka mampu menghasilkan wajah manusia dengan penuh warna dan detail.
Wajah mereka ekspresif dan mampu menyerupai manusia dari usia dan etnis tertentu. Bahkan, orang pun tak bisa membedakan bahwa wajah itu hanya rekayasa. Kemajuan deepfaking ternyata dinilai semakin berbahaya.
Menurut Sarah Atkinson, salah satu dosen senior di Digital Cultures, King’s College London menjelaskan kecanggihan ternyata bisa saja disalahgunakan untuk memanipulasi pidato politik. Apalagi hal tersebut sudah dicoba oleh University of Washington dalam merekayasa pidato Obama.
Dalam riset tersebut, mereka mengubah suara dari pidato Obama menjadi suara orang lain, kemudian bentuk mulut dari pidato palsu itu dicangkokkan ke Video itu dan disatukan dengan kepala Obama.
Nah sampai saat ini, penyalahgunaan Deepfake kerap terjadi dan bahkan untuk keperluan Industri Pornografi. Penggunaan Deepfake semakin tak terkendali dan menakutkan bagi perempuan, sebab orang bisa memproduksi konten pornografi palsu dengan semua wajah yang diinginkan.
“Ada kekhawatiran bahwa Deepfake akan segera menyebar, memenuhi kehidupan kita sehari-hari dengan gambar bergerak, hingga kita tidak mampu lagi membedakan Video mana yang asli dan yang palsu,” ungkap Atkinson dalam tulisannya di The Conversation.
Bahkan kecemasan perempuan ini mulai muncul di akhir 2017 lalu ketika seorang pengguna Reddit dengan nama Deepfakes, yang kemudian namanya digunakan sebagai nama populer untuk teknik manipulasi Video. Dengan mengunggah sebuah Video Porno yang telah diubah secara digital menggunakan Kecerdasan buatan.
Bahkan menurut laman Guardian, pengguna tersebut berhasil mengganti wajah para pemain film Porno tersebut dengan wajah selebritas, seperti Daisy Ridley, Gal Gadot, hingga Emma Watson.
Scarlett Johansson salah satu aktris dengan bayaran tertinggi di dunia buka suara mengenai Teknologi ini, dimana dirinya menyebutkan tak mau membuang tenaganya untuk menghentikan seseorang membuat Video Porno palsu tentang dirinya. Johansson pun yakin publik lebih percaya pada dirinya ketimbang sang penyebar konten.
"Ini cuman buang-buang waktu bagi saya, akan tetapi situasi menjadi lain jika ada seseorang yang kehilangan pekerjaan karena wajah mereka disalahgunakan,” ujar Johansson.
Seseorang yang dimaksud Johansson di artikel itu adalah perempuan yang tidak setenar dirinya dan memiliki akses terbatas untuk melakukan klarifikasi. Tentu saja itu sebuah ancaman besar terhadap reputasi para perempuan.
Karena banyaknya kecaman, akhirnya situs Reddit menerapkan kebijakan konten terkait Video palsu. Namun, tak banyak orang mengindahkan. Para kreator pun terus mencari celah, salah satunya dengan kemunculan aplikasi DeepNude.
DeepNude menjadi perbincangan publik setelah Motherboard mengulas tentang bahaya dari aplikasi ini karena mampu menelanjangi perempuan hanya dengan satu klik, sehingga gambar itu bisa terlihat seperti sungguhan.
Penggunaan aplikasi ini sangat mudah, cukup mengunggah gambar orang yang berpakaian dan dalam waktu singkat, maka pakaian yang dikenakan itu akan berubah menjadi payudara dan vagina.
Aplikasi ini hanya bekerja pada gambar-gambar perempuan, sebab ketika Motherboard memasukkan gambar pria, celana dari orang itu tetap berubah menjadi vagina.
"Kami menguji aplikasi pada lusinan foto dan mendapatkan hasil paling meyakinkan pada gambar resolusi tinggi tentang Sport Illustrated Swimsuit,” ujar Samantha Cole dalam artikelnya.
Ini menandakan bahwa, semakin terbuka pakaian yang digunakan, maka gambar yang diperoleh semakin sempurna. Meski begitu, aplikasi ini tetap mampu menelanjangi mereka yang mengenakan pakaian tertutup.
Meski demikian, penggunaan Teknologi kecerdasan ini juga mengundang kontroversi atas kemampuannya untuk bisa mengganti wajah dan menelanjangi orang. Banyak orang yang takut Teknologi akan disalahgunakan dan menyebabkan penyebaran informasi yang tidak benar, bahkan membuat Industri Porno semakin besar. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 4Prediksi Skor PSG vs Barcelona, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Kalender Jawa 19 Oktober 2026: Watak Weton Senin Wage Dikenal Jujur dan Tenang
- 6Prediksi Skor Como vs Man Utd 21 Oktober 2026: Setan Merah Terancam
- 7Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 8Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa




