Kementerian PU Percepat Penanganan Tanggul Jebol di Jepara, Pati, Kudus, dan Rembang
Dedi Hidayat | 14 Januari 2026, 17:11 WIB

AKURAT.CO Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana terus mempercepat penanganan tanggul jebol akibat meningkatnya debit sungai di sejumlah wilayah Jawa Tengah.
Tanggul jebol tersebut terdapat di Kabupaten Jepara, Pati, Kudus, dan Rembang yang berada pada wilayah aliran sungai (DAS) Wiso, Gelis, dan Seluna.
“Kami menginstruksikan seluruh jajaran di lapangan untuk bergerak cepat melakukan penanganan darurat dengan berkolaborasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat, sambil tetap memperhatikan kondisi debit air serta keselamatan masyarakat dan petugas tanggul,” kata Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangannya, Rabu (14/1/2026).
Di Kabupaten Jepara, penanganan darurat telah dilakukan di Desa Sowan Kidul, Kecamatan Kedung, melalui pemasangan cerucuk bambu, sesek bambu, dan sandbag hasil kolaborasi BBWS Pemali Juana dengan masyarakat setempat.
“Kami menginstruksikan seluruh jajaran di lapangan untuk bergerak cepat melakukan penanganan darurat dengan berkolaborasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat, sambil tetap memperhatikan kondisi debit air serta keselamatan masyarakat dan petugas tanggul,” kata Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangannya, Rabu (14/1/2026).
Di Kabupaten Jepara, penanganan darurat telah dilakukan di Desa Sowan Kidul, Kecamatan Kedung, melalui pemasangan cerucuk bambu, sesek bambu, dan sandbag hasil kolaborasi BBWS Pemali Juana dengan masyarakat setempat.
Penanganan serupa juga dilakukan secara swadaya oleh masyarakat di Desa Kalipucang Wetan, Kecamatan Welahan. Sementara itu, di Desa Tempur, pekerjaan penanganan masih berlangsung melalui pembangunan bronjong pabrikasi yang dikerjakan bersama Pemerintah Kabupaten Jepara.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Tahap II Dikebut, PU Targetkan Selesai Juni 2026
Adapun penanganan di Desa Pringtulis belum dapat dilakukan karena keterbatasan akses serta debit air yang masih tinggi dan akan dilanjutkan setelah kondisi lapangan memungkinkan.
Di Kabupaten Pati, penanganan darurat dilakukan di Desa Tunjungrejo dan Desa Bulumanis Kidul dengan dukungan alat berat excavator serta material darurat berupa cerucuk bambu, sesek bambu, glugu, dan ribuan sandbag. Kegiatan ini melibatkan BBWS Pemali Juana, Dinas PUPR Kabupaten Pati, serta pemerintah desa setempat.
Untuk sejumlah titik lainnya di Kabupaten Pati, penanganan belum dapat dilakukan karena keterbatasan akses menuju lokasi. Penanganan lanjutan direncanakan segera dilakukan setelah akses dan kondisi lapangan memungkinkan.
Sedangkan di Kabupaten Kudus, penanganan darurat telah dilakukan di Desa Demangan melalui pemasangan sandbag isian tanah hasil kolaborasi BBWS Pemali Juana, BPBD Kabupaten Kudus, dan pemerintah desa.
Namun demikian, saat ini BBWS Pemali Juana dan Pemerintah Kab.Kudus melakukan upaya untuk pembersihan sampah - sampah yang menyumbat di beberapa titik aliran sungai. Untuk penanganan titik jebolan lainnya menunggu penurunan debit banjir sebelum dilakukan penanganan lanjutan.
Kepala BBWS Pemali Juana Sudarto memastikan pihaknya akan terus memantau perkembangan kondisi lapangan serta mempercepat penanganan darurat dan permanen secara bertahap.
“Langkah penanganan dilakukan dengan harapan dapat meminimalkan risiko lanjutan, melindungi permukiman warga, serta menjaga fungsi sungai dan tanggul secara berkelanjutan,” ujarnya.
Selain BBWS Pemali Juana, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah – DI Yogyakarta juga melakukan pembersihan sampah yang menghambat aliran air di area jembatan ruas jalan nasional yang terdampak banjir (Kudus, Pati dan Rembang) serta melaksanakan patching/ penambalan lubang pasca banjir.
Adapun penanganan di Desa Pringtulis belum dapat dilakukan karena keterbatasan akses serta debit air yang masih tinggi dan akan dilanjutkan setelah kondisi lapangan memungkinkan.
Di Kabupaten Pati, penanganan darurat dilakukan di Desa Tunjungrejo dan Desa Bulumanis Kidul dengan dukungan alat berat excavator serta material darurat berupa cerucuk bambu, sesek bambu, glugu, dan ribuan sandbag. Kegiatan ini melibatkan BBWS Pemali Juana, Dinas PUPR Kabupaten Pati, serta pemerintah desa setempat.
Untuk sejumlah titik lainnya di Kabupaten Pati, penanganan belum dapat dilakukan karena keterbatasan akses menuju lokasi. Penanganan lanjutan direncanakan segera dilakukan setelah akses dan kondisi lapangan memungkinkan.
Sedangkan di Kabupaten Kudus, penanganan darurat telah dilakukan di Desa Demangan melalui pemasangan sandbag isian tanah hasil kolaborasi BBWS Pemali Juana, BPBD Kabupaten Kudus, dan pemerintah desa.
Namun demikian, saat ini BBWS Pemali Juana dan Pemerintah Kab.Kudus melakukan upaya untuk pembersihan sampah - sampah yang menyumbat di beberapa titik aliran sungai. Untuk penanganan titik jebolan lainnya menunggu penurunan debit banjir sebelum dilakukan penanganan lanjutan.
Kepala BBWS Pemali Juana Sudarto memastikan pihaknya akan terus memantau perkembangan kondisi lapangan serta mempercepat penanganan darurat dan permanen secara bertahap.
“Langkah penanganan dilakukan dengan harapan dapat meminimalkan risiko lanjutan, melindungi permukiman warga, serta menjaga fungsi sungai dan tanggul secara berkelanjutan,” ujarnya.
Selain BBWS Pemali Juana, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah – DI Yogyakarta juga melakukan pembersihan sampah yang menghambat aliran air di area jembatan ruas jalan nasional yang terdampak banjir (Kudus, Pati dan Rembang) serta melaksanakan patching/ penambalan lubang pasca banjir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat









