Hari Statistik Nasional, Menggali Potensi Data Digital untuk Indonesia Maju

AKURAT.CO Setiap 26 September, Indonesia memperingati Hari Statistik Nasional (HSN) sebagai refleksi pentingnya data dalam pembangunan. Di era digital, HSN makin relevan karena potensi data digital dapat mendorong terwujudnya visi Indonesia Maju.
Sejak terbitnya Undang-Undang Statistik (UU No. 7 Tahun 1960), pengelolaan data nasional menjadi tugas Badan Pusat Statistik (BPS). Kini, BPS tidak hanya menyajikan angka tradisional, tetapi juga menghadirkan layanan digital seperti AllStats, WebAPI dan geoportal agar data lebih mudah diakses publik.
Menurut publikasi Statistik Telekomunikasi Indonesia 2024, sekitar 72,78 persen masyarakat Indonesia telah mengakses internet pada tahun 2024. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, sebagaimana dikutip dari BPS, Jumat (26/9/2025).
Fakta tersebut menegaskan bahwa infrastruktur digital dan penetrasi internet menjadi faktor penting dalam memperkuat statistik berbasis teknologi. Dengan dukungan keduanya, data dapat dikumpulkan, diolah dan disajikan secara lebih cepat serta akurat.
Dikutip dari United Nations Indonesia, transformasi digital di Indonesia semakin kuat berkat kolaborasi antara pemerintah dan mitra pembangunan. Salah satu contohnya adalah kerja sama National Economic Council (DEN) dan UNDP Indonesia yang menandatangani pernyataan niat melalui inisiatif Digital Nusantara.
Melalui sistem digital publik yang interoperabel, data dari sektor kesejahteraan sosial, kependudukan dan layanan publik dapat dikelola lebih efisien. Hal ini dapat membuat pelayanan yang lebih tepat sasaran dan mendukung tata kelola pembangunan yang lebih baik.
UNDP secara global mendorong 'digital transformation' yang inklusif dengan memadukan aspek manusia, regulasi, konektivitas, tata kelola dan ekonomi. Hal ini bertujuan agar tidak ada pihak yang tertinggal dalam era digital.
Upaya tersebut sangat relevan bagi Indonesia karena data publik tidak lagi hanya dipandang sebagai angka. Data dapat menjadi alat penting bagi pengambil kebijakan untuk meningkatkan kualitas layanan dan mendukung keputusan yang lebih tepat.
Namun, mengoptimalkan data digital sebagai fondasi statistik juga menghadapi sejumlah tantangan:
1. Kesenjangan digital
Meskipun penetrasi internet terus meningkat, masih ada daerah terpencil yang memiliki akses terbatas. Data dan teknologi tidak akan membawa manfaat maksimal jika infrastrukturnya belum merata.
2. Koordinasi lembaga dan interoperabilitas data
Data publik berasal dari berbagai lembaga kementerian, dinas provinsi, hingga pemerintahan daerah. Tanpa sistem yang terintegrasi (misalnya One Data Initiative), data yang dihasilkan bisa tumpang tindih atau inkonsisten.
3. Keamanan dan privasi data
Pengelolaan data digital harus mematuhi standar keamanan dan Perlindungan Data Pribadi agar informasi sensitif tidak disalahgunakan. Regulasi terkait ini harus diperkuat agar masyarakat merasa aman berbagi data.
4. Kapasitas SDM dan literasi data
Teknologi saja tidak cukup, manusia yang mengoperasikannya harus memiliki keterampilan analisis, pemrograman dan pemahaman statistik agar data bisa diolah menjadi insight bermakna.
Jika tantangan tersebut dapat diatasi, data digital dapat membuka berbagai peluang strategis:
- Kebijakan berbasis bukti (evidence-based)
Dengan data real-time dan sistem pemantauan yang baik, pemerintah dapat merespons secara cepat dan tepat terhadap dinamika sosial ekonomi.
- Inovasi pelayanan publik
Layanan seperti kesehatan, pendidikan dan perlindungan sosial bisa dipersonalisasi dan disampaikan lebih efisien berdasarkan data pengguna.
- Partisipasi publik dan transparansi
Jika data publik dibuka (open data) dan mudah diakses, masyarakat, akademisi, maupun pelaku bisnis dapat ikut memverifikasi, mengkritisi, atau memanfaatkan data untuk inovasi.
- Optimalisasi sumber daya dan perencanaan pembangunan
Data digital memungkinkan perencanaan sumber daya (infrastruktur, anggaran, sumber daya manusia) secara adaptif dan prediktif.
Dalam momentum Hari Statistik Nasional, pemerintah, lembaga pendidikan dan masyarakat perlu terus mendorong transformasi digital dalam statistik. BPS berperan penting dalam membangun infrastruktur data yang andal dan mudah diakses.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 6Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 7Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 8Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara




