Tren Foto Polaroid Bareng Idola Viral Berkat Gemini AI, Simak Caranya

AKURAT.CO Media sosial belakangan ini dipenuhi foto polaroid yang menampilkan penggemar berpose bersama idola. Dalam gambar, mereka tampak akrab seolah dirangkul, dipeluk, atau berdiri berdampingan.
Dalam pantauan Akurat.co, Jumat (12/9/2025), foto tersebut terlihat nyata dengan latar tirai putih khas studio kecil. Padahal, semua itu hanyalah hasil kreasi teknologi Gemini AI.
Polaroid yang dihasilkan tampil rapi dengan efek blur dan kilatan lampu kilat, mirip kamera instan asli. Tak heran jika banyak pengguna tertarik mencoba tren unik ini.
Untuk mencoba tren foto polaroid bersama idola, pengguna bisa mengikuti cara sederhana berikut:
- Buka aplikasi Gemini di ponsel atau versi desktop.
- Pastikan sudah menggunakan Gemini 2.5 Flash.
- Klik ikon pisang yang ada di dekat kolom prompt.
- Pilih dua foto, yaitu foto idola dan foto pribadi. Pastikan wajah jelas, tidak terpotong dan kualitas HD agar hasil maksimal.
- Salin prompt khusus dengan instruksi membuat foto polaroid, lengkap dengan efek blur, kilatan lampu kilat, serta latar tirai putih. Prompt ini bisa diubah sesuai keinginan, misalnya pose merangkul, menggenggam tangan, atau memeluk.
- Klik generate lalu tunggu hingga hasilnya muncul.
- Unduh foto yang sudah jadi, kemudian bagikan ke media sosial.
Fenomena polaroid bareng idola ini menunjukkan betapa dekatnya kecerdasan buatan dengan keseharian penggemar. Jika dulu foto bersama idola butuh biaya besar, kini pengalaman itu bisa dirasakan secara instan.
Meski begitu, tren ini sebaiknya dianggap hiburan semata. Pengguna diingatkan untuk tidak menyalahgunakan teknologi ini demi konten menyesatkan atau merugikan orang lain.
Kecanggihan ini hadir berkat Gemini 2.5 Flash Image atau Nano Banana, model AI terbaru Google untuk pembuatan dan pengeditan gambar. Versi ini menawarkan kualitas visual lebih tajam, kontrol kreatif lebih presisi dan kecepatan tinggi.
Fitur utamanya mencakup konsistensi karakter, edit berbasis teks, multi-image fusion, hingga pemahaman konteks visual untuk kebutuhan edukatif. Detail wajah dan objek juga tetap terjaga agar hasil terlihat natural.
Untuk mencegah penyalahgunaan, Google menyematkan watermark digital tak terlihat (SynthID) dan metadata khusus pada setiap gambar. Selain itu, pembuatan konten berbahaya atau eksplisit dibatasi demi menjaga keamanan pengguna.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T








