AKURAT.CO Harga Solana (SOL) kembali jadi sorotan di pasar crypto. Dengan ekosistem yang tumbuh pesat dan kapitalisasi besar, pergerakan SOL mencerminkan kombinasi fundamental kuat serta dinamika sentimen global.
Sebagai blockchain Layer-1 berkecepatan tinggi dan biaya rendah, Solana berhasil menjaga reputasinya di tengah persaingan ketat. Faktor seperti stabilitas jaringan, kemajuan validator Firedancer, hingga isu regulasi dan rencana ETF menjadi katalis utama harga.
Harga Hari Ini
Menurut Pintu Futures Market, harga SOLUSDT berada di 194,67 USDT, dengan level tertinggi 204,95 USDT dan terendah 185,2 USDT dalam 24 jam terakhir. Solana terkoreksi -4,19%.
Beberapa platform mendukung trading futures crypto di Indonesia dengan leverage & charting lengkap, di antaranya Pintu Futures dan Bybit Futures.
Perkembangan Harga 2025
Awal 2025, SOL mencetak All Time High (ATH) di kisaran US$293–295 pada Januari. Setelah itu, harga terkoreksi tajam di Februari dan berfluktuasi sepanjang Maret–Juli.
Memasuki paruh kedua 2025, harga kembali dipengaruhi oleh:
- Stabilitas jaringan
- Progres klien validator Firedancer
- Proses ETF Solana di AS (diundur ke pertengahan Oktober 2025).
Faktor Fundamental
1. Desentralisasi & performa jaringan
Solana merilis Network Health Report: June 2025 yang menekankan pentingnya diversifikasi klien validator. Tujuannya: mengurangi risiko “single point of failure” dan meningkatkan keandalan.
Firedancer dari Jump Crypto menjadi katalis utama. Saat ini sudah aktif di mainnet mode non-voting dan ditargetkan rilis penuh pada 2025 dengan dukungan program bug bounty besar. Manfaatnya: throughput lebih tinggi, latensi rendah, dan jaringan lebih tangguh.
2. Stabilitas operasional
Narasi lama “Solana sering down” mulai terkikis. Status resmi menunjukkan Juni–Agustus 2025 tanpa insiden baru. Pasar menilai uptime yang baik ini sebagai bukti mitigasi bug & kemacetan semakin matang.
3. Dinamika regulasi ETF Solana
Kabar paling sensitif harga datang dari ETF Solana di AS. Regulator menunda keputusan proposal (Bitwise, 21Shares, dll.) hingga 16 Oktober 2025.
Hal ini menciptakan potensi lonjakan volatilitas menjelang tanggal keputusan, baik ke atas (approval) maupun ke bawah (penolakan/penundaan lagi).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 9DPR Ajak Masyarakat Merawat Persatuan Lewat Kerja Nyata di Hari Sumpah Pemuda
- 10Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan







