Planet Raksasa TOI-2109b Terjebak dalam Spiral Kematian, Akankah Selamat?

AKURAT.CO TOI-2109b, eksoplanet lima kali lebih besar dari Jupiter, terjebak dalam lintasan spiral menuju bintang induknya. Planet ini berjarak 870 tahun cahaya dari Bumi dan mengorbit bintangnya hanya dalam 16 jam.
Karena sangat dekat dengan bintangnya, TOI-2109b diklasifikasikan sebagai 'Jupiter ultra-panas', jenis planet langka dari 1 dari 500 eksoplanet. Keunikannya membuat planet ini penting untuk penelitian tentang peluruhan orbit atau 'spiral kematian'.
Peneliti dari Universitas Macquarie, Jaime A. Alvarado-Montes, menyebut TOI-2109b sebagai planet gas raksasa yang ekstrem. Timnya menganalisis perubahan orbit planet ini menggunakan data dari teleskop TESS NASA dan misi Cheops ESA sejak 2010 hingga 2024.
"Untuk raksasa gas besar seperti TOI-2109b untuk mengorbit sepenuhnya dalam 16 jam, itu memberi tahu kita bahwa ini adalah planet yang terletak sangat dekat dengan bintangnya," ujarnya, dikutip dari Live Science, Jumat (25/7/2025).
Penelitian menunjukkan orbit TOI-2109b meluruh sekitar 10 detik tiap tiga tahun, menandakan planet ini makin mendekati bintangnya. Dari temuan ini, ilmuwan memprediksi tiga kemungkinan nasib yang akan dialami planet tersebut.
Pertama, TOI-2109b bisa jatuh langsung ke bintang induknya dan hancur dalam prosesnya, memicu kilatan cahaya terang. Kedua, gravitasi ekstrem dari bintang dapat merobek planet ini menjadi bentuk seperti donat hingga akhirnya hancur total.
Kemungkinan ketiga, TOI-2109b bisa kehilangan lapisan gas luarnya akibat radiasi tinggi dan menyisakan inti berbatu. Jika ini terjadi, planet bisa 'berevolusi' menjadi planet kecil berbatu seperti Neptunus atau Uranus.
Penelitian terhadap TOI-2109b akan terus berlangsung selama beberapa tahun ke depan. Hasilnya diharapkan bisa membuka wawasan baru tentang evolusi eksoplanet dan interaksi ekstrem antara planet dan bintangnya.
Menurut Alvarado-Montes, nasib tragis TOI-2109b bukan sekadar kisah satu planet. Ia menyebutnya sebagai kunci untuk memahami misteri pembentukan dan kehancuran tata surya di alam semesta.
"Planet ini dan situasinya yang menarik dapat membantu kita mencari tahu beberapa fenomena astronomi misterius yang sejauh ini kita benar-benar tidak memiliki banyak bukti untuk dijelaskan," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini


