Akurat Logo

Ancaman Ransomware Terus Meningkat di Asia Tenggara

Petrus C. Vianney | 23 April 2024, 08:31 WIB
Ancaman Ransomware Terus Meningkat di Asia Tenggara

AKURAT.CO Serangan ransomware semakin menghantui bisnis di Asia Tenggara, dengan hampir 300 ribu serangan yang diblokir oleh Kaspersky pada tahun lalu.

Menurut para ahli keamanan siber, organisasi di wilayah ini harus meningkatkan langkah-langkah keamanan TI mereka untuk melawan ancaman yang terus berkembang ini.

Menurut Fedor Sinitsyn, Lead Malware Analyst di Kaspersky, serangan ransomware telah berubah dari serangan massal menjadi peretasan yang lebih terorganisir yang melibatkan pencurian data dan enkripsi ganda. Hal ini memungkinkan pelaku untuk meminta uang tebusan yang lebih tinggi.

"Alasan dibalik evolusi ini terletak pada kemampuan pelaku untuk beroperasi dengan efisiensi yang lebih besar, sehingga memungkinkan mereka untuk meminta jumlah uang tebusan yang jauh lebih tinggi," ujar Fedor, dalam keterangan tertulis yang diterima Akurat.co, Senin (22/4/2024).

Di antara negara-negara di Asia Tenggara, Thailand menjadi yang teratas dengan 109.315 serangan ransomware yang diblokir, diikuti oleh Indonesia dengan 97.226 serangan dan Vietnam dengan 59.837 serangan.

Selain itu, serangan ransomware telah menyerang berbagai sektor, termasuk perbankan, asuransi, transportasi, dan media di seluruh wilayah.

Baca Juga: Ancaman Ransomware Terus Berlanjut, LockBit 3.0 Masih Berbahaya

Yeo Siang Tiong, General Manager untuk Asia Tenggara dan Asia Emerging Economies di Kaspersky, menekankan pentingnya solusi keamanan siber yang efektif untuk melawan serangan ransomware.

"Sangat penting bagi dunia bisnis untuk mempertimbangkan teknologi keamanan siber yang memberikan efektivitas anti-ransomware mutlak dalam pengujian pihak ketiga. Karena tidak semua solusi keamanan siber diciptakan sama," tambah Siang Tiong.

Kaspersky menawarkan berbagai solusi keamanan, termasuk Kaspersky Endpoint Security for Business dan Kaspersky Small Office Security, yang telah terbukti melindungi bisnis dari serangan ransomware dalam berbagai skenario.

Untuk membantu korban serangan ransomware, Kaspersky bersama Europol dan lembaga penegak hukum lainnya meluncurkan inisiatif 'No More Ransom' pada tahun 2016. Inisiatif ini menyediakan alat dekripsi gratis dan informasi untuk melawan ransomware.

Selain itu, Kaspersky juga memberikan saran kepada bisnis dan individu untuk melindungi diri mereka dari serangan ransomware, termasuk menjaga perangkat lunak tetap terbaru, melakukan cadangan data secara berkalabdan menggunakan solusi keamanan siber yang canggih.

Dengan serangan ransomware yang terus meningkat, langkah-langkah ini menjadi semakin penting dalam melindungi bisnis dan informasi sensitif dari ancaman cyber yang merugikan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.