Pentingnya Perlindungan Data Pribadi saat Bertransaksi di Ruang Digital

AKURAT.CO - Dalam rangka program Literasi Digital di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyelenggarakan webinar mengenai penguatan keterampilan digital masyarakat Indonesia bernama #MakinCakapDigital 2024 untuk segmen komunitas di wilayah Jawa Tengah dengan "Aman Bertransaksi di Ruang Digital" pada Senin (1/4/2024).
Kali ini hadir pembicara-pembicara program kegiatan Literasi Digital #MakinCakapDigital di tahun 2024 yang ahli di bidangnya untuk berbagai bidang antara lain Dosen Senior Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik FISIPOL UGM Bevaola Kusumasari, Fasilitator Komunitas & Penggiat Advokasi Sosial Ari Ujianto, dan Dosen Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta Adriana Grahani Firdausy.
"Perlindungan data pribadi sangat krusial karena menyangkut privasi individu dan keamanan finansial. Dalam era digital, informasi pribadi menjadi sangat berharga dan, jika disalahgunakan, bisa menyebabkan konsekuensi serius seperti pencurian identitas, penipuan finansial, dan pelanggaran privasi," kata Bevaola.
Selama ini masyarakat Indonesia menggunakan dua layanan digital yang umum digunakan untuk melakukan transaksi yaitu e-commerce dan online banking.
Layanan digital lain termasuk streaming, media sosial, dan aplikasi yang memerlukan login serta transaksi finansial tidak lepas dari penggunaan data pribadi penggunanya.
Ari menambahkan, data pribadi ini terdiri dari dua yaitu data pribadi umum yang memuat nama, jenis kelamin, kewarganegaraan, agama, tanggal lahir, pekerjaan, alamat rumah, e-mail, nomor telepon, dan lainnya.
Selain itu ada pula data pribadi khusus yang memuat data kesehatan, biometrik, genetika, keuangan, ras atau etnis, preferensi seksual, pandangan politik, data keluarga, data kejahatan, dan lainnya.
Dampak dari penyalahgunaan data pribadi dapat menimbulkan kerugian finansial, pencurian identitas, dan kerugian reputasi.
Keamanan data pribadi ini, disebutkan oleh Adriana ada pada tanggung jawab pengguna internet. Oleh karena itu banyak penipuan memanfaatkan kelengahan pengguna.
Scam, spam, phising, dan hacking adalah bentuk penipuan digital yang banyak terjadi. Scam dilakukan dengan memanfaatkan empati dan kelengahan pengguna, spam umumnya berbentuk pemalsuan atau, penipuan, dan pencurian data yang dilakukan berulang.
Phising biasanya menjebak korban dengan target menyasar orang-orang yang percaya bahwa informasi diberikan ke orang yang tepat, dan hacking dilakukan oleh hacker dengan mencari kelemahan dari sistem komputer.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 720 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 8Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja







