Akurat Logo

Apa Itu Pegasus Spyware? Alat Sadap Buatan Israel Yang Masuk Indonesia

| 20 Juni 2023, 21:14 WIB
Apa Itu Pegasus Spyware? Alat Sadap Buatan Israel Yang Masuk Indonesia

AKURAT.CO, Perangkat lunak spyware buatan Israel, Pegasus, kembali menjadi perbincangan di dunia maya.

Pegasus spyware diketahui digunakan untuk memata-matai politisi, aktivis, jurnalis, hingga pemerintah di beberapa negara di dunia.

Pegasus spyware yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi asal Israel, NSO Group ini memiliki kemampuan handal untuk memata-matai pengguna smartphone (Android dan iOS) dan mencuri data-data miliknya.

Apa itu Pegasus Spyware?

Pegasus Spyware, dibuat oleh perusahaan intelijen dunia maya Israel NSO Group.

Perangkat ini dirancang untuk meretas komputer atau perangkat seluler untuk mendapatkan akses dan mengambil data dari pemiliknya.

Menurut informasi di laman NSO Group, alat ini dimaksudkan untuk membantu otoritas pemerintah untuk digunakan melawan teroris dan penjahat dengan memata-matai mereka.

Pegasus Spyware pertama kali diidentifikasi ketika seorang aktivis hak asasi manusia dari Uni Emirat Arab menerima pesan teks yang sebenarnya adalah pengaturan phishing.

Cara kerja Pegasus Spyware

Dilansir laman Britannica, Selasa (20/6/2023), Pegasus Spyware menggunakan metode "zero-click" untuk menyadap perangkat. Itu artinya, korban dari spyware ini tidak perlu melakukan tindakan apa pun agar pegasus bisa masuk ke perangkat mereka.

Tidak seperti teknik rekayasa sosial yang mengharuskan pemilik mengklik tautan atau mengunjungi situs web, pegasus dapat menginfeksi perangkat melalui pesan atau panggilan melalui WhatsApp.

Bahkan, jika pengguna menghapus pesan atau tidak menjawab panggilan, spyware ini tetap bisa masuk pada perangkat.

Sangat mengancam data penting

Begitu berada di dalam perangkat, pegasus mendapatkan akses penuh ke pesan SMS, email, foto, kontak, kalender, data GPS, log, dan semua aplikasi serta data yang ada di ponsel. Spyware ini bahkan bisa mendapatkan akses ke data dan pesan yang terenkripsi dengan mencegah data tersebut sebelum proses enkripsi.

Pegasus menggunakan proses "jailbreaking" pada iPhone dan teknik yang disebut "rooting" pada ponsel Android untuk meretas perangkat. Ini memungkinkan pengguna spyware menginstalnya untuk memodifikasi perangkat lebih lanjut.

Akibatnya, penyerang dapat melacak lokasi seseorang, memantau komunikasi, dan mendapatkan akses ke data dan informasi sensitif dan pribadi.

Ditenggarai masuk Indonesia

Konsorsium IndonesiaLeaks, bersama jaringan jurnalisme global Forbidden Stories serta Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) menemukan indikasi operasi pegasus spyware di Indonesia.

Empat praktisi teknologi informasi intelijen memastikan pegasus spyware beroperasi di Indonesia sejak 2018.

Selain Polri, mereka yakin Badan Intelijen Negara (BIN) pernah menggunakan pegasus. Salah seorang diantaranya bahkan mengaku pernah dimintai bantuan untuk mengoperasikan perangkat tersebut.

Selain di Indonesia, Meksiko, dan Amerika Serikat, keberadaan pegasus juga terdeteksi di berbagai belahan dunia seperti Ghana, Thailand, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kazakhstan, Bahrain, India, Maroko, Rwanda, serta Azerbaijan.

Pengamat siber angkat tangan

Pegasus Spyware boleh dibilang ditakuti karena kemampuan bekerja terhadap perangkat target bagaikan hantu yang tidak terdeteksi. Kemampuan itu diamini oleh berbagai praktisi dan pengamat keamanan siber.

Beberapa praktisi dan kemanan siber Indonesia mengungkap kemampuan Pegasus yang bisa menembus pengamanan perangkat termasuk iPhone yang terkenal konservatif dan aman.

Para pengamat menduga perusahaan pembuat memiliki tim yang sangat ahli dan aktif melakukan pencarian zero day vulnerability untuk dieksploitasi.

Puluhan ribu nomor telepon jadi target

Hasil uji forensik CitizenLab, komunitas platform daring yang berbasis di Toronto, Kanada, dan Amnesty International, setidaknya ada 50 ribu nomor telepon yang sudah menjadi target penyadapan pegasus. Mereka mendeteksi ada 37 telepon seluler milik aktivis hak asasi manusia, pengusaha, dan jurnalis yang disusupi pegasus.

Nah, itulah informasi seputar pegasus yang merupakan spyware berbahaya yang bisa mengambil data korbannya dengan metode "zero-click".

Ini tentunya membuat kita harus lebih waspada terhadap serangan kejahatan siber.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.