Ilmuwan Akan Menciptakan 'Bayi Luar Angkasa' , Gimana Caranya?
AKURAT.CO, Ilmuwan Inggris bekerja sama dengan perusahaan Belanda Spaceborn United dalam inseminasi buatan di bio-satelit yang mengorbit. Mereka berencana untuk membuat ‘bayi luar angkasa’ dengan menggunakan perawatan IVF di orbit.
Langkah itu diklaim dapat membuka jalan bagi manusia untuk mendirikan koloni di luar planet, dan penerbangan uji pertama yang akan diluncurkan di atas Kanada dalam tiga bulan.
Melansir dari Daily Star, Dr Egbert Edelbroek, dari Spaceborn, mengatakan bahwa tujuan dari program ini adalah agar manusia pada akhirnya dapat bereproduksi di luar planet dengan cara alami. Namun, untuk mencapainya dengan cara yang paling etis dan optimal secara medis, para ilmuwan tersebut perlu mempelajarinya dengan teknologi reproduksi bantuan.
Pertama-tama, mereka akan menggunakan sperma dan sel telur dari tikus. Usaha ini didukung oleh Asgardia, Bangsa Antariksa yang dibuat pada tahun 2016 untuk mendirikan koloni manusia non-Bumi pertama. Pernyataan ini kemudian dipertegas kembali saat berbicara di Space and Science Congress of Asgardia the Space Nation di Darmstadt, Jerman, bahwa bayi luar angkasa pertama akan lahir pada 2031.
“Kita harus mengidentifikasi solusi yang berkelanjutan secara moral dan biologis untuk kelahiran luar angkasa atau kita tidak akan pernah mencapai planet atau sistem bintang,” tegas Ketua Parlemen Asgardia, Lembit Optik.
Pada tahun 2019 silam, Dr Edelbroek juga mengatakan bahwa bayi pertama bisa lahir di luar angkasa dalam 12 tahun ke depan. Berbicara pada Kongres Sains dan Luar Angkasa pertama Asgardia the Space Nation di Darmstadt, Jerman, Dr Edelbroek mengatakan dia memperkirakan hal ini akan terjadi pada tahun 2031.
“Ini hanya mungkin, untuk saat ini, di Orbit Bumi Bawah (LEO), dan itu hanya mungkin berkat prosedur seleksi yang sangat teliti. Itu akan menjadi satu-satunya cara untuk membuat ini mungkin.” katanya.
Program ini tidak bisa diikuti oleh sembarang orang, Kongres The Space Nation menetapkan sejumlah persyaratan bagi peserta ibu hamil dan tenaga medis yang nantinya akan melakukan prosedur ‘bayi luar angkasa’. Antara lain adalah memiliki pengalaman ke luar angkasa dan ketahanan radiasi alami yang sangat tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo dan El-Sisi Tingkatkan Kerja Sama Pendidikan, Mesir Beri Tambahan Beasiswa untuk Mahasiswa Indonesia
- 10Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun



