Akurat Logo

Inovasi Teknologi Coil untuk Cegah Pendarahan Otak

Muhammad Ghifani Ramadifa | 20 Februari 2022, 22:45 WIB
Inovasi Teknologi Coil untuk Cegah Pendarahan Otak

AKURAT.CO Otak dan saraf tulang belakang berfungsi sebagai pusat kendali tubuh dan menyusun sistem saraf pusat.

Pada saat otak mengalami pendarahan, maka akan mempengaruhi seluruh tubuh manusia.

Untuk mencegah pendarahan pada otak, peneliti dari Universitas Tidar (UNTIDAR), Suyitno, berhasil menciptakan teknologi coil. 

Coiling merupakan metode yang digunakan untuk menangani kasus aneurisma.

Aneurisma otak adalah penonjolan atau pembengkakan pada arteri di otak.

Aneurisma yang menonjol akan menekan saraf atau jaringan otak. 

Coiling juga merupakan metode kateterisasi melalui pembuluh darah untuk memasukkan coil serat logam yang sangat halus pada gelembung aneurisma.

Coil dimasukkan tabung plastik berongga (kateter) ke dalam arteri, kemudian memasukkannya melalui tubuh ke aneurisma otak dan digulung di dalam aneurisma. 

Gulungan coil memblokir aneurisma dan mengurangi aliran darah ke aneurisma.

Prosedur ini mungkin perlu dilakukan lebih dari sekali selama hidup orang tersebut karena aneurisma yang diobati dengan penggulungan terkadang dapat kambuh.

Coiling ini memerlukan coil yang dimasukkan pada gelembung aneurisma dan instrument untuk memasang coil.

Coil merupakan kumparan berukuran 250 mikron dari serat logam berdiameter 50 mikron.

Teknologi coil sendiri telah matang untuk negara-negara maju.

Sementara, negara-negara berkembang adalah pengguna produk.

Meningkatnya kasus aneurisma intrakranial di negara berkembang perlu ditindaklanjuti dengan pengembangan produksi coil di negara berkembang.

Peneliti dari Teknik Mesin Universitas Tidar berkolaborasi dengan peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair), Jurusan Material dan Metalurgi Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dan Departemen Teknik Mesin, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, berkolaborasi untuk mengembangkan dan memproduksi coil di dalam negeri.

Tim peneliti ini berhasil mengidentifikasi proses, bahan dan instrument untuk coil dan pemasangan coil. Bahkan telah dihasilkan prototipe coil dengan material paduan Platinum-Tungsten oleh Suyitno.

"Paduan Platinum-Tungsten merupakan material yang memenuhi persyaratan untuk Coil. Pengembangan material dilakukan di ITS Surabaya, sedangkan pengujian material dikerjakan Departemen Teknik Mesin SV-UGM,” jelas Suyitno, dilansir melalui laman UNTIDAR.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa, prototipe coil yang dihasilkan telah dilakukan uji coba pemasangan pada model aneurisma di RS UNAIR. Prototipe coil berhasil dimasukkan pada model.

Selain itu, prototipe ini menunjukkan sifat mampu dideteksi dengan X-rays. Sifat ini penting agar coil bisa dipantau secara langsung selama pemasangan dengan X-rays.

Ia juga mengatakan, riset selanjutnya adalah proses perlakuan prototipe coil agar mampu bertindak sebagai material shape memory.

Selain itu, instrument untuk pemasangan coil juga menjadi agenda pengembangan selanjutnya.

"Keberhasilan mewujudkan prototipe coil ini memacu peneliti untuk bisa menyelesaiakan penelitian sampai ke tahap siap diproduksi.

Meskipun masih banyak riset diperlukan, keberhasilan membuat prototipe ini membawa optimisme kepada tim peneliti,” imbuh Suyitno.

Universitas Tidar sendiri berkomitmen dalam penelitian dan pengembangan alat-alat kesehatan dan permesinan.

Komitmen itu diwujudkan dalam pembentukan kelompok riset (group research) MEDice (Medical and Mechanical Devices Innovation Centre).

Kelompok riset ini berguna untuk mewadahi peneliti yang berkomitmen untuk mendukung pengembangan alat kesehatan dan permesinan di Indonesia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.