Akurat Logo

Sel Surya Organik Capai Rekor Efisiensi Energi Luar Biasa

| 12 Agustus 2018, 16:15 WIB
Sel Surya Organik Capai Rekor Efisiensi Energi Luar Biasa

AKURAT.CO, Para peneliti Cina berhasil mengembangkan generasi baru sel surya. Sejumlah manufaktur telah lama menggunakan silikon untuk membuat panel surya karena bahan itu paling efisien dalam mengubah sinar matahari menjadi listrik.

Namun fotovoltaik organik yang terbuat dari karbon dan plastik menjanjikan cara lebih murah dalam menghasilkan listrik. Studi baru ini juga menunjukkan bahan organik saat ini dapat sama efisien dengan silikon.

Istilah organik mengacu pada fakta bahwa bahan-bahan berbasis karbon itu menjadi jantung perangkat itu, bukan silikon. Panel surya solid kotak atau persegi itu sudah sangat familier dengan kita, dan memerlukan titik pemasangan yang sudah pasti di atas atau medan datar.

Organic photovoltaics (OPV) dapat dibuat dari komponen yang dapat luruh dalam tinta sehingga dapat dicetak di gulungan plastik tipis, dapat digulung atau ditekuk atau digabungkan dalam pakaian.

Lantas, mengapa OPV masih jarang digunakan? Jawabannya adalah efisiensi.

"Efisiensi mengukur berapa banyak sinar matahari yang diterima panel yang dapat diubah menjadi listrik yang dapat dimanfaatkan," ungkap laporan BBC.

Sel surya komersial biasanya mengubah 15-20 persen sinar matahari, dengan rekor dunia untuk sel silikon 27,3 persen tercapai musim panas ini di Inggris. Bahan organik masih jauh dari capaian itu, namun tahun ini ada beberapa langkah besar yang tercapai.

Pada April, para peneliti dapat mencapai efisiensi 15 persen dalam tes. Kini studi baru dapat mencapai lebih dari 17 persen. Kini para peneliti menyatakan mereka dapat mencapai efisiensi 25 persen.

Ini penting karena menurut perkiraan, dengan 15 persen efisiensi dan 20 tahun masa pakai, sel surya organik dapat menghasilkan listrik dengan biaya kurang dari 7 sen per kilowatt-jam.

Pada 2017, rata-rata biaya listrik di Amerika Serikat (AS) adalah 10,5 sen dolar AS per kilowatt-jam, menurut data Badan Informasi Energi AS.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.