AKURAT.CO, Tiongkok punya ambisi setinggi langit untuk memproduksi energi terbarukan dengan membangun taman surya terbesar di dunia. Mereka bermimpi bumi bebas polusi udara.
Dilansir dari DW, Jumat (26/01), instalasi pembangkit listrik tenaga surya terbesar di dunia sedang dibangun di Ningxia, sekitar 1000 km di timur laut Beijing. Ini merupakan provinsi kecil yang otonomi dengan populasi enam juta orang. Di wilayah itu sinar matahari berlimpah, lahan terbuka sangat luas.
Insinyur Zhang Quan yakin, bahwa Tiongkok bergerak ke arah yang benar. Ia bangga menjadi salah seorang dari 4000 pekerja yang terpilih untuk mengembangkan proyek itu.
"Energi terbarukan adalah peluang bersejarah. Kita bisa mengurangi penggunaan batu bara sebanyak 800 ribu ton per tahun, yang berarti reduksi dramatis emisi gas rumah kaca", kata Zhang Quan.
Ia menambahkan, proyek ini hanya salah satu dari banyak lainnya di Tiongkok. Jika instalasi beroperasi sepenuhnya, ini bisa memasok listrik hijau bagi dua juta rumah tangga. Taman pembangkit energi angin juga marak di sana.
Tapi masih banyak masalah yang harus diselesaikan. Reformasi ekonomi untuk hengkang dari industri berat seperti pabrik baja berjalan lambat. Lebih 60 persen energi masih berasal dari batu bara.
Perubahan besar terjadi di Beijing, yang kerap dibekap masalah smog. Empat pembangkit listrik tenaga batu bara di ibukota itu ditutup semuanya. Ma Jum adalah salah seorang aktivis lingkungan di Cina. Organisasinya membantu memicu perubahan pola pikir warga kota.
"Sepuluh tahun lalu, jika Anda menanyakan pendapat warga, mayoritasnya akan mengatakan, kita perlu berkembang terlebih dahulu. Tapi sekarang, jika Anda menanyakan kepada warga, sebagian besar dari mereka akan menjawab, 'Kita butuh udara bersih, air bersih dan makanan yang aman," tegas Ma Jum pakar lingkungan dari Institute for Public and Environmental Affairs.
Kini puluhan ribu sepeda sewaan memenuhi jalanan di Beijing, dan sejumlah pabrik sudah ditutup. Tuntutan warga menyebabkan tekanan pada pemerintah. Tapi smog tetap jadi masalah, terutama jika angin berhembus dari arah yang salah.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara





