Perubahan Iklim Bisa Berdampak Buruk Bagi Populasi Buaya Air Asin Australia

AKURAT.CO, Perubahan iklim mungkin memiliki dampak yang lebih besar terhadap populasi buaya air asin dari yang diperkirakan sebelumnya. Mengingat habitat ini rentan terhadap banjir atau kekeringan.
Penelitian embrio buaya air asin baru-baru ini di Darwin, Teritorial Utara Australia, tidak menunjukan perkembangan di lingkungan dengan oksigen rendah. Hal ini sangat berbeda dengan kura-kura.
Seorang peneliti dari Universitas Monash Sean A. Williamson yang memimpin laporan tersebut, mengatakan kepada Xinhua, bahwa calon predator mungkin tidak memiliki kemampuan untuk bersarang dalam waktu yang lama. Terutama pada kondisi cuaca yang buruk.
"Jadi dengan perubahan iklim kita tahu bahwa daerah-daerah tertentu di Australia akan mulai menerima lebih banyak curah hujan atau berpotensi mengurangi curah hujan. Jika ada kejadian banjir yang lebih ekstrem, maka ini bisa merugikan untuk buaya dalam proses bersarang dan berarti upaya reproduksi betina setiap tahun cenderung tidak berhasil," kata Williamson.
Menurut pemerintah setempat, buaya air asin adalah reptil terbesar yang masih hidup dan terdapat sekitar 100 ribu. Di antaranya berada di alam liar di Northern Territory, yang memiliki lahan basah dan sungai pesisir yang luas yang menawarkan habitat ideal untuk hewan.
Selain itu, buaya adalah "bagian penting ekosistem perairan" sebagai predator utama, dan berhubungan untuk kegiatan peternakan serta pariwisata yang merupakan bagian ekonomi berharga.
Williamson juga menjelaskan, temuan terbaru ini, dipublikasikan di jurnal ilmiah Royal Society Open Science, menawarkan informasi yang berkaitan denga perkembang reptil dan dampak merugikan bagi kondisi sarang mereka.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi




