AKURAT.CO Penyanyi Windy Yunita Bastari Usman atau Windy Idol membantah kabar yang menyebutnya sebagai istri siri Sekretaris Mahkamah Agung, Hasbi Hasan.
Bantahan disampaikan Windy usai menjelani pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Tidak betul, tanya saja langsung ke penyidik. Tapi saya mohon maaf tolong jangan diberitakan yang aneh-aneh," katanya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (29/5/2023).
KPK pernah menyebut Windy memiliki kedekatan yang berkaitan dengan kasus Hasbi Hasan. Namun hubungan keduanya tidak dirinci.
Windy mengaku mengenal Hasbi Hasan karena pernah berada dalam satu acara di Athena Jaya Production. Relasinya diklaim bukan penghubung dalam kasus dugaan suap penanganan perkara di MA.
"Mohon tanya ke penyidik saja yang pasti saya seratus persen tidak ikut campur dalam kasus ini. Saya dibilang sebagai penghubung apalah. Mohon tolong jangan zalim sama saya. Padahal saya sama sekali enggak ada kenal sama satu pun orang-orang yang ada di dalam kasus ini," jelasnya.
Dia juga berharap pemeriksaan oleh penyidik KPK bisa meluruskan isu miring yang menerpa terkait kasus suap penanganan perkara di MA.
"Saya punya keluarga, saya mohon pikirkan perasaan saya. Saya punya kerjaan, jadinya orang mikir saya gimana-gimana. Mohon doanya semoga saya bisa kuat maksudnya, bisa dijauhi hal-hal yang buruk," tutur Windy.
Windy merupakan salah satu pihak yang dicegah Ditjen Imigrasi dalam kasus ini. Larangan bepergian ke luar negeri berlaku selama enam bulan.
Selain Windy, KPK hari ini juga memeriksa sejumlah saksi, antara lain tiga staf Hasbi Hasan yakni Tri Mulyani, Albar dan Lilis Suryani. Kemudian turut memeriksa karyawan BCA Sabias Rangku Osan, pihak swasta Alland Prima Yozadi dan karyawan bernama Isye Fitrilyuliastuti sebagai saksi.
KPK mengembangkan kasus dugaan suap penanganan perkara di MA dengan menetapkan Sekretaris MA, Hasbi Hasan, dan mantan Komisaris Wika Beton, Dadan Tri Yudianto, sebagai tersangka.
Nama Dadan Tri Yudianto disebut dalam dakwaan kasus suap penanganan perkara di MA. Dia diduga menjadi jembatan penghubung antara pengacara Theodorus Yosep Parera dan Debitur Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana, Heryanto Tanaka, dengan Hasbi Hasan.
Jaksa KPK, Wawan Yunawarto, menyebut Yosep dan Heryanto bertemu Dadan untuk membahas Kasasi Pidana Nomor 326K/Pid/2022 atas nama Budiman Gandi Suparman. Yosep dan Heryanto bertemu Dadan pada 25 Maret 2022.
Hingga kini KPK telah menetapkan 17 tersangka dalam kasus suap pengurusan perkara di MA.
Ke-15 tersangka yang telah diumumkan ke publik ialah Hakim Yustisial non-aktif, Edy Wibowo (EW); Hakim Agung non-aktif, Gazalba Saleh (GS); Hakim Yustisial non-aktif, Prasetio Nugroho (PN); Redhy Novarisza (RN) selaku staf Gazalba Saleh, Hakim Agung non-aktif, Sudrajat Dimyati (SD) serta Hakim Yudisial non-aktif atau Panitera Pengganti, Elly Tri Pangestu (ETP).
Kemudian, dua ASN Kepaniteraan MA, Desy Yustria (DY) dan Muhajir Habibie (MH), serta dua ASN di MA Nurmanto Akmal (NA) dan Albasri (AB).
Selain itu, pengacara Yosep Parera (YP), pengacara Eko Suparno (ES), debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana, Heryanto Tanaka (HT), debitur KSP Intidana, Ivan Dwi Kusuma Sujanto (IDKS) serta Ketua Pengurus Yayasan Rumah Sakit Sandi Karsa Makassar, Wahyudi Hardi (WH).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 4Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja




