Akurat Logo

KPK Tak Serius Cari Harun Masiku

Habibi Caniago | 24 Mei 2022, 21:31 WIB
KPK Tak Serius Cari Harun Masiku

AKURAT.CO, Belum tertangkapnya Harun Masiku ikut disorot mantan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Novel merasa perlu berbagi kisah karena ada yang bertanya mengapa ketika dirinya masih di KPK tidak menangkap Harun, dan setelah keluar rajin mengkritik KPK pimpinan Firli Bahuri.

Harun Masiku merupakan tersangka kasus dugaan suap pergantian antar waktu anggota DPR periode 2019-2024.

Dalam kasus yang ditangani KPK, politisi PDI Perjuangan itu diduga menyuap Komisioner KPU Wahyu Setiawan agar KPU menetapkannya sebagai anggota DPR.

KPK menetapkan Harun sebagai tersangka pemberi suap pada Januari 2020. Kemudian Harun resmi menjadi buronan internasional terhitung sejak 30 Juli 2021 setelah Interpol menerbitkan red notice untuknya.

"Walaupun sebenarnya semua sudah terungkap di media selama ini, tapi bagus juga bila digambarkan agar jelas," kata Novel mengawali kicauannya di akun Twitter, @nazaqistsha, seperti dilihat redaksi Selasa (24/5/2022).

Novel mengungkap tiga hal penting yang menjadi masalah yang kemudian membuat Harun Masiku dua tahun bebas berkeliaran.

Pertama, pada saat operasi tangkap tangan terhadap Harun, tim KPK justru diintimidasi oleh pihak tertentu.

"Saat itu Firli dkk diam saja," kata Novel.

Kemudian, tim yang melakukan OTT justru diberi sanksi.

Novel menyebut satu anggota polisi dikembalikan paksa ke Mabes Polri, satu jaksa dikembalikan ke Kejaksaan Agung, dan beberapa pegawai Dumas dipindahkan oleh Firli dkk.

"Beberapa lainnya disingkirkan dengan proses TWK (tes wawasan kebangsaan)," kata Novel.

Novel lantas menyebut kasus Harun Masiku diduga melibatkan petinggi partai tertentu.

Meski tidak menyebut nama namun sosok yang dimaksud Novel sepertinya mengarah pada Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Terkait kasus suap PAW Harun, Hasto lebih dari sekali diperiksa penyidik KPK dan juga pernah duduk di kursi saksi Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

"Pencarian terhadap Harun Masiku saya yakin tidak dilakukan kecuali hanya sekedarnya saja. Apakah ada kaitannya (dengan petinggi partai tertentu)? Hanya Firli dkk yang tahu," cuit Novel lagi.

 Novel membandingkan dengan pengalaman ketika bersama tim berhasil menangkap dua buronan KPK pada 2020.

Buronan yang salah satunya adalah mantan Sekretaris MA, Nurhadi berhasil ditangkap karena adanya kesungguhan dan kerja keras.

Beberapa tempat digeledah untuk menemukan petunjuk dan bahkan pelaku.

"Itu tidak terjadi pada pencarian Harun Masiku, yang justru (KPK) minta masyarakat mencari dengan biaya sendiri," demikian cuit kata Novel Baswedan.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.