Cara Menyembelih Hewan Kurban Sesuai Syariat Islam

AKURAT.CO Hari Raya Idul Adha, atau yang sering disebut juga dengan Hari Raya Kurban, adalah salah satu momentum agung dalam Islam yang sarat dengan makna spiritual dan sosial.
Di antara ibadah utama yang dilakukan pada hari tersebut adalah penyembelihan hewan kurban. Sebuah ibadah yang bukan sekadar simbol pengorbanan, tetapi juga cerminan ketaatan total seorang hamba kepada perintah Allah.
Penyembelihan hewan kurban tidak bisa dilakukan sembarangan. Ia memiliki aturan dan tata cara yang telah digariskan oleh syariat. Tujuannya bukan hanya agar ibadah tersebut sah secara hukum agama, tetapi juga agar nilai-nilai etika terhadap makhluk hidup tetap dijaga. Dalam proses ini, ketelitian, kelembutan, dan kesadaran spiritual seorang Muslim diuji dan ditampakkan.
Langkah pertama dalam penyembelihan hewan kurban adalah memastikan bahwa hewan yang akan dikurbankan memenuhi syarat. Hewan tersebut harus berasal dari jenis ternak, yaitu unta, sapi, kambing, atau domba.
Ia juga harus mencapai usia minimal sesuai ketentuan: unta minimal lima tahun, sapi dua tahun, kambing satu tahun, dan domba enam bulan yang kondisinya setara dengan domba satu tahun. Hewan harus dalam keadaan sehat, tidak cacat, tidak buta, pincang, terlalu kurus, atau mengalami kerusakan organ yang mengurangi keutuhannya.
Baca Juga: Naskah Khutbah Jumat Bulan Dzulhijjah: Memaknai Kurban di Era Modern
Proses penyembelihan dilakukan setelah salat Idul Adha, pada hari nahar (10 Dzulhijjah) dan hari-hari tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah). Waktu ini merupakan syarat sahnya ibadah kurban. Menyembelih sebelum salat Id akan membuat sembelihan tersebut dianggap sebagai sembelihan biasa, bukan kurban.
Saat penyembelihan akan dilakukan, hewan diarahkan menghadap kiblat sebagai simbol penyerahan diri kepada Allah. Penyembelih, seorang Muslim yang berakal dan telah baligh, dianjurkan untuk membaca basmalah, takbir, dan doa. Doa yang sering dilafalkan adalah: “Bismillahi Allahu akbar. Allahumma hadza minka wa laka. Taqabbal minni.” Artinya, “Dengan nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, ini dari-Mu dan untuk-Mu. Terimalah dariku.”
Pisau yang digunakan harus sangat tajam agar tidak menyakiti hewan secara berlebihan. Rasulullah Saw. pernah menegur seseorang yang menajamkan pisau di hadapan hewan sembelihannya. Ketajaman pisau adalah bentuk kasih sayang kepada makhluk yang akan dikurbankan.
Leher hewan disembelih dengan memutus tiga saluran utama di bagian leher: saluran pernapasan, saluran makan, dan dua urat nadi, agar kematian hewan berlangsung cepat dan minim rasa sakit.
Setelah hewan disembelih, darahnya dibiarkan mengalir sempurna. Proses ini penting agar daging hewan tetap sehat dan layak konsumsi. Pengulitan dan pemotongan baru dilakukan setelah hewan benar-benar mati. Islam mengajarkan adab bahkan kepada binatang, sebagai refleksi dari akhlak mulia seorang Muslim.
Daging kurban kemudian dibagikan. Ulama sepakat bahwa daging hewan kurban boleh dikonsumsi oleh orang yang berkurban dan keluarganya, serta didistribusikan kepada orang lain, terutama fakir miskin.
Pembagian daging dilakukan dengan semangat keadilan dan kepedulian sosial. Satu bagian untuk yang berkurban, satu bagian untuk kerabat dan tetangga, dan satu bagian untuk kaum dhuafa. Namun, pembagian ini bersifat anjuran, bukan kewajiban.
Baca Juga: Sejarah Kurban dalam Islam: Asal-usul dan Hikmahnya bagi Masyarakat Modern
Penyembelihan hewan kurban bukan sekadar tindakan fisik, tetapi ibadah ruhani yang mengandung pelajaran keikhlasan, kepasrahan, dan kepedulian sosial. Di balik tetesan darah yang mengalir, terdapat pengorbanan spiritual yang menuntun seorang hamba mendekat kepada Tuhannya. Kurban bukan tentang banyaknya hewan yang disembelih, tetapi tentang seberapa dalam makna penghambaan yang tertanam dalam hati orang yang melaksanakannya.
Dalam sebuah ayat yang kerap dibacakan saat Idul Adha, Allah berfirman: “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS. Al-Hajj: 37). Inilah inti dari penyembelihan hewan kurban: bukan sekadar ritual, melainkan aktualisasi iman dalam bentuk pengorbanan dan kasih sayang kepada sesama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 4Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 8Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 9Perusahaan Asing Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla, Prabowo: Kita Cabut Izinnya
- 10Prabowo Luncurkan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan, Ekonomi Keluarga Jadi Fondasi Kekuatan Bangsa








