Akurat Logo

Bolehkah Puasa Qadha Ramadhan setelah Nisfu Syaban? Begini Penjelasannya!

Azis Muslim | 21 Februari 2024, 15:10 WIB
Bolehkah Puasa Qadha Ramadhan setelah Nisfu Syaban? Begini Penjelasannya!

AKURAT.CO Nisfu sya’ban merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat muslim. Malam nisfu sya’ban atau tanggal 15 dari bulan kedelapan kalender hijriah ini jatuh pada Sabtu, 24 Februari 2024.

Karena sudah dekat dengan bulan Ramadhan, banyak umat muslim yang masih bertanya-tanya bolehkah puasa setelah nisfu sya’ban. Hal ini disebabkan masih ada orang yang belum selesai mengqadha puasanya.

Umumnya, mengganti puasa Ramadhan dilakukan sesegera mungkin setelah Ramadhan berlalu. Tetapi, batas akhir qadha Ramadhan adalah sebelum Ramadhan berikutnya, yaitu bulan Sya'ban.

Baca Juga: 5 Sejarah Penting pada Malam Nisfu Sya'ban, Pada Umumnya Umat Islam Belum Tahu

Lalu bolehkah puasa qadha ramadhan setelah nisfu sya’ban?

Dilansir dari NU Online, beberapa ulama memiliki pendapat yang berbeda mengenai hal ini. Sebagian ulama mengharamkan puasa pada pertengahan bulan Sya‘ban hingga Ramadhan tiba. Mereka mendasarkan pada antara lain hadits riwayat Abu Dawud berikut ini:

‎عن أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال إذا انتصف شعبان فلا تصوموا

Artinya, “Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, ‘Bila hari memasuki pertengahan bulan Sya’ban, maka janganlah kalian berpuasa,’” HR Abu Dawud.

Sementara ulama yang membolehkan berdasar pada hadits yang diriwayatkan Ummu Salamah RA dan Ibnu Umar RA. Menurut Salamah, ‘Aku belum pernah melihat Rasulullah SAW berpuasa dua bulan berturut-turut kecuali puasa Sya’ban dan Ramadhan.’ Ibnu Umar RA menyatakan, Rasulullah SAW menyambung puasa Sya’ban dengan puasa Ramadhan. Hadits ini ditakhrij oleh At-Thahawi,”

Berdasarkan pendapat ulama di atas, dapat disimpulkan jika ada ulama yang mengharamkan puasa qadha setelah nisfu sya’ban tetapi ada pula yang mengizinkannya. Tetapi sebaiknya kita harus sesegera mungkin melunasi hutang puasa, selagi masih diberi kesempatan usia.

Baca Juga: Bolehkah Joget Gemoy dalam Islam?

Berikut ini bacaan niat puasa qadha Ramadhan:

‎نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin 'an qadhā'I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT."

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Azis Muslim
Lufaefi
Editor
Lufaefi