Akurat Logo

Doa Nabi Yunus di Malam Nisfu Sya'ban, Yuk Amalkan Agar Allah Kasih Kekuatan

Fajar Rizky Ramadhan | 21 Februari 2024, 10:22 WIB
Doa Nabi Yunus di Malam Nisfu Sya'ban, Yuk Amalkan Agar Allah Kasih Kekuatan

AKURAT.CO Salah satu amalan yang bisa dilakukan di malam Nisfu Sya'ban adalah membaca doa pada malam tersebut.

Dikutip dari NU Online, salah satu doa yang dapat dibaca dan diwiridkan saat malam Nisfu Sya’ban adalah doa Nabi Yunus yang termaktub dalam Al-Quran surat Al-Anbiya ayat 87:

وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَۚ ۝٨

Artinya, “(Ingatlah pula) Zun Nun (Yunus)

ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu di menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya. Maka, dia berdoa dalam kegelapan yang berlapis-lapis, “Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orangzalim.” (QS Al-Anbiya: 87).

Baca Juga: Bacaan Doa Malam Nisfu Sya'ban, Dibaca Agar Bulan Ini Dipenuhi Rahmat Allah

Doa Nabi Yunus yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah “lâ ilâha illâ anta sub-ḫânaka innî kuntu minadh-dhâlimîn.” Mengutip paparan Syekh ‘Abdul Hamid Al-Makki dalam kitab Kanzun Najah was Surur, beliau menyebutkan:

ذكر بعض الصالحين : أن من قرأ : (لَا إِلَهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ ) ليلة النصف من شعبان بعدد حروفها بحساب الْجُمَّل ؛ وهو عدد ( ٢٣٧٥ ) خمسة وسبعون وثلاث مئة وألفان ؛ فإنَّ تلاوة هذه الآية في هذه الليلة بالعدد المذكور تكون أماناً في ذلك العام من البلايا والأوهام.

Artinya, “Sebagian orang shaleh menyebutkan, ‘Siapapun yang membaca “lâ ilâha illâ anta sub-ḫânaka innî kuntu minadh-dhâlimîn (Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim)” pada malam Nisfu Sya’ban, maka akan dihitung (pahalanya] berdasarkan jumlah huruf dalam kalimat tersebut, yaitu 2.375; Membaca ayat ini pada malam Nisfu Sya’ban dalam jumlah yang disebutkan di atas akan memberikan perlindungan di tahun itu dari malapetaka dan delusi. (Abdul Hamid Al-Makki, Kanzunnajah was Surur, [Beirut: Darul ..Hawi: 2009], halaman 172-17

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.