Akurat Logo

Mengenal Buraq, Kendaraan Nabi Muhammad dalam Perjalanan Isra Mi'raj

Hadits Abdillah | 6 Februari 2024, 14:24 WIB
Mengenal Buraq, Kendaraan Nabi Muhammad dalam Perjalanan Isra Mi'raj

AKURAT.CO Dalam peristiwa isra mi’raj, Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram yang berada di Makkah menuju Masjidil Aqsa yang berada di Yerusalem. Perjalanan ini kemudian dilanjutkan dengan dinaikkannya Nabi Muhammad SAW ke langit, menuju tempat bernama Sidhratul Muntaha.

Pada saat itu, Nabi Muhammad SAW menempuh jarak yang sangat jauh hanya dalam satu malam. Padahal seharusnya, jarak itu memakan waktu berhari-hari untuk ditempuh. Ditambah lagi pada saat itu belum ada kendaraan bermesin seperti sekarang.

Dikisahkan bahwa Nabi Muhammad SAW menaiki kendaraan yang dapat melaju dengan sangat cepat pada peristiwa isra mi’raj. Kendaraan itu dikenal dengan nama buraq, sebuah kendaraan yang dibawa oleh malaikat Jibril ketika menjemput Nabi Muhammad SAW di Hijr Ismail.

Baca Juga: Amalan yang Bisa Dilakukan Saat Isra Mi’raj, Pahalanya Tak Tertandingi

Dilansir dari NU Online, Syekh Al-Ghaithi dalam kitab karangannya yang berjudul Qishshatul Mi’raj menjelaskan detail mengenai buraq. Dalam kitab tersebut, dijelaskan bahwa buraq merupakan hewan berwarna putih. Hewan ini lebih tinggi dari keledai tetapi lebih pendek dari kuda.

Syekh Al-Ghaithi juga menggambarkan buraq dengan kecanggihan yang luar biasa. Kecanggihannya ini barangkali juga belum memiliki tandingannya di zaman sekarang. Adapun bentuk kakinya akan menyesuaikan medan yang ditempuh. Kaki belakangnya akan memanjang ketika sedang menanjak dan kaki depannya akan memanjang ketika sedang menurun.

Penggambaran buraq ini sesuai dengan sebuah hadis berikut:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّ رَسُولَ اللّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: أُتِيتُ بِالْبُرَاقِ، وَهُوَ دَابَّةٌ أَبْيَضُ ، طَوِيلٌ ، فَوْقَ الْحِمَارِ، وَدُونَ الْبَغْلِ، يَضَعُ حَافِرَهُ عِنْدَ مُنْتَهَى طَرْفِهِ

Artinya: “Didatangkan kepadaku buraq, yaitu hewan (dabbah) yang berwarna putih (abyadh), bertubuh panjang (thawil), lebih besar dari keledai dan lebih kecil dari baghal, dan sekali ia menjejakkan kakinya yang berkuku bergerak sejauh mata memandang." (kitab al-Jami' al-Sahih juz I, hlm 99).

Kemudian dalam hadis lain, Nabi Muhammad SAW juga bersabda:

أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُتِيَ بِالْبُرَاقِ ، فَرَكِبَهُ هُوَ وَجِبْرِيلُ صَلَّى الله عَلَيْهِمَا، فَسَارَ بِهِمَا، فَكَانَ إِذَا أَتَى عَلَى جَبَلٍ ارْتَفَعَتْ رِجْلَاهُ

Artinya: “Jibril mendatangiku dengan seekor hewan yang tingginya di atas keledai dan di bawah baghal, lalu Jibril menaikkanku di atas hewan itu kemudian bergerak bersama kami, setiap kali naik maka kedua kakinya yang belakang sejajar dengan kedua kaki depannya, dan setiap kali turun kedua kaki depannya sejajar dengan kedua kaki belakangnya."

Baca Juga: Tafsir Surah Al-Haqqah ayat 36, Mengenal Ghislin, Minuman Penduduk Neraka yang Diperlihatkan dalam Film Siksa Neraka

Buraq juga digambarkan sebagai hewan yang dapat melaju dengan sangat cepat. Kecepatan buraq ini bahkan setara dengan kecepatan cahaya, yaitu 186.000 mil atau setara dengan 300 kilometer per detik. Hal ini dapat dilihat melalui penamaan hewan tersebut yang berasal dari kata barqu yang berarti kilat.

Dengan demikian, buraq merupakan hewan tunggangan yang dapat melaju dengan sangat cepat. Kecepatan dan kecanggihan yang dimiliki oleh buraq tidak memiliki tandingan dalam teknologi modern pada saat ini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Lufaefi
Editor
Lufaefi