Akurat Logo

Anjuran Mengedepankan Akhlak dan Menutup Aib Orang Lain

Thony H | 9 Februari 2023, 05:02 WIB
Anjuran Mengedepankan Akhlak dan Menutup Aib Orang Lain

AKURAT.CO Memiliki akhlak adalah kebutuhan paling utama bagi setiap orang. Apalagi bagi umat Islam, akhlak adalah tujuan utama diutusnya Nabi Muhammad SAW.

Nabi Muhammad SAW bersabda,

إنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاَقِ

Artinya: "Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." (HR. Al-Baihaqi).

Hadis di atas merupakan misi utama nabi Muhammad SAW diutus ke muka bumi, di mana hadirnya beliau untuk memperbaiki akhlak. Selain itu baginda besar nabi Muhammad SAW mempunyai julukan uswatun hasanah yang bermakna “contoh yang baik”. Dan secara otomatis sudah seharusnya kita mengikuti beliau yang memiliki akhalak yang sempurna. 

Bahkan, hadirnya beliau di muka bumi ini sebelum menegakkan syariat Islam hal yang paling utama dan paling ditegakkan oleh Nabi Muhammad SAW adalah akhlak. Karena betapa pentingnya memiliki akhlak yang baik dalam mengarungi kehidupan. Kesempurnaan seseorang bisa terlihat jelas dari adabnya dengan sesama manusia. 

Dapat kita analogikan akhlak adalah sebuah pijakan yang teramat penting jika ingin melanjutkan pijakan selanjutnya. Seseorang derajatnya menjadi tinggi karena akhlak, begitupun sebaliknya seseorang drajatnya menjadi rendah karena rendahnya akhlaknya. 

Jika kita lihat dari kerelevanan dengan zaman sekarang, banyak dari kita dengan mudahnya menceritakan aib seseorang atau bahkan yang lebih mirisnya menceritakan aib sendiri kepada orang lain, padahal ada ungakapan “rasa malu sebagian dari iman”. 

Allah berfirman dalam firman-Nya yang berbunyi:

اَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka! Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.”(QS:Al-hujurat:12)

Dalam ayat ini dijelaskan agar kita tidakmencari-cari kesalahan seseorang, bahkan perumapamaan dalam ayat ini sangatlah mengerikan yaitu seperti memakan bangkai saudaranya sendiri. Selain itu ada beberapa hadist larangan menyebarkan aib seseorang. 

Dalam sebuah hadits juga disebutkan,

Dari Abu Hurairah .ra, dari Nabi , beliau bersabda: "Tidaklah seorang hamba menutup aib hamba yang lainnya di dunia, kecuali Allah pasti akan menutup aibnya pada hari kiamat." (HR. Muslim).

Dari Abu Hurairah ra, dia berkata: saya mendengar Rasulullah ;bersabda, "Setiap umatku akan dimaafkan, kecuali orang-orang yang terang-terangan (melakukan kejahatan) . Sesungguhnya di antara terang-terangan adalah seseorang melakukan sesuatu perbuatan dosa di waktu malam, kemudian di pagi harinya Allah telah menutup keburukannya, namun dia berkata: "Hai Fulan, saya tadi malam telah melakukan begini dan begini." Sepanjang malam Rabbnya menutupi aibnya, tetapi di pagi hari ia membuka apa yang telah ditutupi oleh Allah." (Muttafaqun 'alaihi).

Dari penjelasan hadist di atas bahwa jika kita menutup aib seseorang maka secara otomatis Allah akan menutup aib kita bahkan sampai hari akhir. Dan celakalah bagi mereka yang merasa bangga terhadap dosa-dosa yang mereka pamerkan kepada orang lain, padahal Allah SWT telah menutup rapat. Betapa baiknya Allah SWT kepada mereka yang melakukan dosa. Allah tutupi dan Allah buka pintu ampun. Semoga kita menjadi golongan orang-orang yang selalu di ridhoi Allah SWT. Amin.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

T
Reporter
Thony H
L
Editor
Lufaefi