Akurat Logo

Ketua Muhammadiyah: Maulid Nabi Boleh, Tapi Jangan Mengkultuskan Nabi

Thony H | 24 Oktober 2022, 17:10 WIB
Ketua Muhammadiyah: Maulid Nabi Boleh, Tapi Jangan Mengkultuskan Nabi

AKURAT.CO Muhammadiyah tidak melarang perayaan hari besar Maulid Nabi Muhammad Saw. Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dadang Kahmad mewanti-wanti supaya umat Islam tidak berlebihan dalam maulid nabi, apalagi sampai mengkultuskan sosok Nabi Muhammad Saw.

“Mungkin harus hati-hati karena menghormati seseorang itu jangan sampai kita menjurus pada kultus individu, yaitu memuja manusia secara berlebihan,” kata dia dikutip AKURAT.CO, Senin (24/10).

Ia juga menyebut agar dalam acara maulid tidak menisbatkan sifat-sifat yang hanya Allah yang memiliki, dinisbatkan pada Nabi Muhammad.

“Jadi mungkin sikap kita pada Nabi Muhammad adalah sikap yang hormat, yang penuh dengan perhormatan sedemikian rupa mencontoh tingkah laku Nabi. Jangan jadikan Nabi Muhammad itu sebagai sosok yang bisa memberi rezeki, yang bisa menyelamatkan, yang bisa memberikan mudarat karena itu adalah hak Allah,” lanjut Dadang.

Dalam memperingati maulid, lanjut Dadang, umat Islam memperbanyak salawat dan bukan berdoa meminta pada Rasulullah. Selain itu, Dadang berpesan agar umat Islam meneladani akhlak Rasulullah Saw dan mempelajari perjuangan Nabi Muhammad Saw.

“Oleh karena itu Rasulullah Saw kita peringati hari lahirnya ini untuk kita ambil ibrah, pelajaran bagi kita terutama akhlak mulia kanjeng Rasulullah Saw. Karena itu yang ditonjolkan oleh Allah, innaka la’ala khuluqin adhim. Sesungguhnya engkau itu Muhammad memiliki akhlak yang agung,” ujar Dadang.

Dadang juga menyebut agar umat Islam tidak hanya bicara soal kelahiran maupun keluarga nabi, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana beliau berjuang.

“Jadi untuk itu mungkin dengan diadakannya Maulid Nabi itu, tidak hanya menceritakan kelahiran Nabi itu kapan, bahwa nama ibunya Siti Aminah, ayahnya Sayid Abdullah, bukan hanya itu. Yang mungkin perlu kita sampaikan pada umat itu bagaimana Nabi Muhammad Saw itu berjuang, berpribadi sehingga oleh Allah dipuji sebagai orang yang punya akhlakul karimah,” pungkasnya.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

T
Reporter
Thony H
L
Editor
Lufaefi