Akurat Logo

Inspirasi Bulan Maulid Nabi, Kisah Nabi Melakukan Revolusi Akhlak Umat Manusia

Thony H | 10 Oktober 2022, 15:10 WIB
Inspirasi Bulan Maulid Nabi, Kisah Nabi Melakukan Revolusi Akhlak Umat Manusia

AKURAT.CO Nabi Muhammad SAW merupakan seorang nabi yang sukses dalam merubah tatanan akhlak manusia. Nabi berhasil merevolusi akhlak umat manusia dari akhlak yang buruk menjadi akhlak yang terbaik.

Teladan revolusi akhlak yang dilakukan Nabi Muhammad ini patut diteladani dalam peringatan maulid nabi tahun ini. Sehingga, kita tercatat sebagai umatnya yang akan mendapatkan syafaat kelak di hari kiamat.

Ketika di Makkah misalnya, beliau berhasil merbuah kebiasaan berlaku hidup sombong dan membanggakan diri menjadi rendah hati. Di Makkah Nabi merevolusi kebiasan menghambakan keturunan menjadi penegakkan nilai takwa yang menjadi nilai seseorang di mata Tuhan.

Revolusi akhlak nabi saat di Makkah juga nampak di mana beliau berhasil merubah tatanan umat yang sebelumnya lemah dalam tauhid menjadi kuat di dalam meyakini keesaan Allah. Yang sebelumnya membaggakan diri dan kelompoknya, mereka taat dan hanya bangga dengan nilai tauhidnya.

Nabi Muhammad juga berhasil merevolusi akhlak penduduk Makkah, yang sebelumnya gemar mencaci siapapun yang lemah, dikata dengan perkataan kotor, menjadi berkata baik, tidak ada hinaan kepada siapapun dalam bentuk apapun.

Begitulah secuil bentuk revolusi akhlak saat beliau di Makkah. Saat di Madinah, nabi lebih kuat lagi dalam upaya merevolusi akhlak. Beliau misalnya, berhasil menyatukan semua umat dari yang sebelumnya berkelelompok sekaligus berselisih karena perbedaan suku, seperti Aush, Khazraj, Yahudi, Nasrani, Anshor, dan lainnya.

Nabi menyatukan mereka semua dalam satu kesatuan visi dan misi. Nabi Muhammad berhasil merevolusi akhlak para sahabatnya, dengan semakin giat dalam beribadah, bekerja, dan membela negara. Karakter paling nampak pada revolusi akhlaknya adalah berhasil membuat para sahabat mencintai negeri Madinah.

Revolusi akhlak nabi kepada para sahabatnya berhasil membuat mereka komitmen untuk menjaga persatuan, persaudaraan, kerekatan antar satu dengan yang lain, apapun agama, suku, ras, golongan dan keyakinannya dalam memilih politik keagamaan.

Nabi Muhammad tidak sekalipun melakukan revolusi akhlak dengan cara yang justru bertentangan dengan akhlak Islam, seperti mencaci orang yang tidak sekeyakinan, menghina mereka yang bukan kelompoknya, atau merobek tenun kebangsaan.

Jikapun ada kesalahan yang dilakuka oleh umat, bentuk revolusi nabi adalah dengan memaafkan dan memberikan pelajaran dengan lembut penuh dengan kasih sayang.

Nabi akan menemani siapapun penduduk Madinah dari kelompok manapun untuk bersatu dalam keragaman dan multikulturalisme masyarakat Madinah. Karena tidak lain, Nabi diciptakan untuk menjadi Rahmat bagi seluruh alam, bukan hanya untuk orang Islam.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

T
Reporter
Thony H
L
Editor
Lufaefi