Dewan Asatidz Ma'had Sengon Cinere Beberkan Resep Mendapat Surga di Bulan Ramadan

AKURAT.CO Untuk kesekian kalinya, kita merayakan bulan Ramadhan dengan suasana pandemi. Hal ini tentu menjadi problem yang harus dihadapi umat Muslim. Karenanya, umat Muslim harus bisa mengolah diri dalam menyikapi beberapa masalah.
Sebagimana dalam sebuah hadis diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, Nabi Muhammad SAW bersada : Aljannatu Musytaqotun Ila Arba’ati Nafarin, Taalil Qur’an, Wa Haafidzii lisan, Wa Muth’mimul Jii’an, Wa Shooimiina Fi Syahri Romadhon.
Artinya: "Surga itu merindukan empat golongan manusia, yaitu orang yang gemar membaca Al-quran, orang yang memelihara lisan dari ucapan keji dan munkar, orang yang memberi makan kepada orang yang kelaparan, dan orang-orang yang berpuasa di bulan ramadan. (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).
Menyikapi Hadist di atas, Dewan Asatidz Ma'had Sengon Cinere Ustaz Ramandrawata S Ag menjelaskan, bahwasanya di era globalisasi saat ini, umat Muslim selalu dihantui dengan berbagai masalah seperti ekonomi, sosial, kesehatan dan lain sebagainya. Karena itu, dalam Hadits tersebut, memberikan sebuah solusi bahwa terdapat sesuatu yang bernilai yang harus umat Islam raih yaitu sebuah rindu.
"Namun rindu di sini apa? Adalah mengejar rindunya surga Allah SWT," ujar Ustaz Ramandrawata dalam Kultum Ramadhan Hari ke-17 AKURAT.CO, Selasa (19/4/2022).
Ustaz Ramandrawata kemudian menjelaskan, tentang empat golongan yang dirindukan oleh surganya Allah SWT.
Pertama, Taalil Qur’an, yaitu orang-orang yang membaca Al-Qur'an.
"Apalagi di bulan suci Ramadhan ini, mari kita sama-sama memperbanyak membaca Al-Qur'an. Jangan sampai Al-Qur'an kita menjadi pajangan," ucapnya.
Kedua, Wa Haafidzii lisan, yaitu orang-orang yang menjaga lisannya.
"Bagaimana kita mengolah perkataan kita agar tidak menyakiti hati orang lain. Bagiamana kita membiasakan diri untuk mengucapkan kata-kata yang indah, kata-kata yang bijak sehingga menjadi contoh tauladan untuk keluarga kita, untuk saudara-saudara kita," terangnya.
Ketiga, Wa Muth’mimul Jii’an, yaitu orang-orang yang memberikan makanan kepada orang-orang yang sedang kelaparan.
"Bukan hanya makanan, tetapi bantun baik moral maupun moril. Sehingga di bulan suci Ramadhan ini jangan sampai saudara-saudara kita ada yang kelaparan, ada yang kesusahan untuk mencari makan atau buka puasa. Mari kita sama-sama berbagi di bulan suci Ramadhan ini," ungkapnya.
Keempat, Wa Shooimiina Fi Syahri Romadhon, yaitu orang-orang yang berpuasa di bulan Ramadhan.
"Jangan sampai anak-anak muda terlena oleh pergaulan sehingga lupa akan berpuasa di bulan Ramadhan. Orang tua, anak-anak ayo kita latih untuk berpuasa di bulan suci Ramadhan," tutur Ustaz Ramandrawata. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini


