3 Cara Menegur Kesalahan Orang Lain Agar Tidak Timbul Rasa Benci

AKURAT.CO, Menegur kesalahan orang lain merupakan perintah agama yang sangat dianjurkan. Demikian itu yang biasa dikenal dengan istilah nahi mungkar, atau mencegat perbuatan-perbuatan kemungkaran.
Rasulullah SAW sendiri pernah bersabda: "Siapa saja di antara kalian yang melihat kemungkaran, maka tegurlah dengan tangannya (kekuasaannya). Jika tidak mampu, maka tegurlah dengan lisannya. Jika tidak mampu juga, maka tegurlah dengan hati. Namun, ini adalah keimanan terlemah."
Namun tidak sedikit orang yang menegur orang lain tidak berhasil. Bukan karena esensi atau bentuk tegurannya yang salah, akan tetapi karena cara dan metodenya yang kurang tepat. Sehingga alih-alih ingin menegur yang ada justru menggurui, bahkan merendahkan.
Ada tiga kunci penting yang patut diperhatikan dalam menegur. Tiga hal ini perlu diterapkan ketika kita akan menegur orang lain yang dirasa salah dalam pandangan agama dan atau pandangan adat setempat.
Pertama, tidak merendahkan ego orang yang ditegur. Sebab secara psikologis, jika ego seseorang direndahkan, dia justru membuat pertahanan diri untuk menyelamatkan egonya dari gangguan pihak luar. Sehingga teguran yang merendahkan ego tidak akan efektif untuk menyadarkan orang lain yang kita anggap salah.
Kedua, cari waktu yang tepat. Salah waktu juga membuat teguran dipahami sebaliknya. Niat untuk meluruskan kesalahan pun tidak akan tercapai. Carilah waktu-waktu di mana orang yang hendak kita tegur sedang senggang, tidak sibuk, tidak dalam keadaan capek, dan lain sebagainya.
Ketiga, pahami posisi sosial orang yang ditegur. Jangan sampai teguran dianggap sebagai ancaman bagi posisi orang yang kita tegur. Perhatikan posisinya di lingkungan di mana ia tinggal, atau posisinya ketika dalam sebuah forum maupun grup-grup WhatsApp.
Lakukan tiga tips cerdas menegur orang lain di atas. Teguran yang dilakukan dengan memperhatikan tugas hal penting di atas akan berdampak kepada sadarnya orang yang kita tegur, tanpa merasa digurui, dan direndahkan. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 7Korlantas Polri Jemput Bola Pelayanan Pengurusan SIM hingga Desa, Sekolah, Kampus, dan Pesantren
- 8Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai


