Tangkal Virus HFMD yang Banyak Menyasar Anak, Kalventis Luncurkan Vaksin EV71

AKURAT.CO Salah satu penyebab HFMD (Hand, Foot, and Mouth Disease) adalah Virus EV71 atau Enterovirus 71. Selama ini, penyakit itu kerap disalahpahami sebagai Flu Singapura. Penyakit yang sering menyerang anak-anak usia 5 - 10 tahun ini sendiri sangatlah menular.
PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui anak usahanya, PT Kalventis Sinergi Farma (Kalventis), memperhatikan isu tersebut dan mengungkapkan sejumlah fakta, termasuk upaya pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat.
Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Mulialie mengatakan pihaknya berkomitmen menyehatkan bangsa dengan menyediakan vaksin yang diselaraskan dengan beban penyakit menular di Indonesia.
"Salah satu hal yang menjadi perhatian Kalbe adalah lonjakan kasus HFMD di Indonesia pada awal 2024 yang banyak menginfeksi anak-anak. Kalbe melalui Kalventis melakukan berbagai upaya dalam mendukung pemerintah menekan angka kejadian HFMD di Indonesia. Mulai dari edukasi kesehatan hingga menyediakan vaksin HFMD EV71,” ujarnya saat Media & Community Gathering di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (6/11/2024).
Dokter Spesialis Anak, dr. Kanya Ayu Paramastri, Sp.A. mengatakan pengobatan HFMD umumnya bersifat simtomatik, yaitu meredakan gejala. Di antaranya, obat penurun panas untuk menurunkan demam dan obat anti inflamasi nonsteroid (NSAID) yang dapat membantu meredakan nyeri serta peradangan.
"Kemudian, minum banyak air putih untuk mencegah dehidrasi. Selain itu, karena anak sulit makan akibat kondisi mulut yang sakit, maka berikan makanan yang lunak dan tidak pedas, untuk menghindari iritasi pada mulut," jelasnya.
Upaya pencegahan lain menurutnya adalah vaksinasi untuk memberikan perlindungan serta mengurangi risiko komplikasi serius. Selain itu, vaksinasi juga membantu mencegah infeksi berulang yang bisa lebih berat karena paparan jenis virus lain.
Saat ini, vaksin yang tersedia sudah mendapatkan persetujuan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) untuk mencegah HFMD yang disebabkan oleh EV71 adalah Vaksin HFMD EV71 yang memiliki profil keamanan baik dan dapat diberikan sejak umur 6 bulan hingga 3 tahun. "Proteksi dapat bertahan hingga umur 5 tahun setelah vaksinasi,” tutup dr. Kanya.
Kalbe melalui Kalventis melakukan sejumlah upaya untuk pencegahan, salah satunya mengadakan edukasi mengenai bahaya EV71 yang dapat menyebabkan HFMD melalui kanal Instagram @kenapaharusvaksin. Harapannya, semakin banyak orang yang mengetahui, akan semakin banyak juga anak-anak yang bisa terhindar dari penyakit menular ini.
Selain itu, Kalventis juga telah menyediakan salah satu bentuk perlindungan yaitu dengan Vaksin EV71, yang dapat diperoleh dengan berkonsultasi ke dokter atau fasilitas layanan kesehatan di seluruh Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 24 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 4Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 5Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 6Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 7Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai
- 10Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi






