Riset : 85 Persen Anak Muda Membandingkan Diri Sendiri dengan Orang Lain di Medsos
AKURAT.CO Sebenarnya, alasan paling sederhana mengapa seseorang sering membandingkan diri dengan orang lain, karena mencari kepastian bahwa diri kita lebih baik dibanding orang lain.
Mencari pengakuan atas kemampuan diri sendiri inilah yang membuat sesorang terus membandingkan diri dengan orang lain. Selain itu, perasaan yang tidak pernah cukup atas apa yang sudah diraih dan dicapai selama ini, membuat orang sering membandingkan dirinya sendiri dengan orang lain.
Dalam istilah psikologi, kondisi ini disebut sebagai social comparison atau perbandingan sosial. Perbandingan sosial adalah kecenderungan seseorang untuk merasakan hal baik dan buruk dalam dirinya, berdasarkan perbandingan dirinya sendiri dengan orang lain.
Sayangnya, tidak semua orang dapat menghadapinya dengan bijak. Alih-alih mendapatkan alasan untuk berbenah diri, hal ini justru membuat banyak orang jadi tertekan dan frustrasi.
Menurut riset yang dilakukan oleh CLEAR Social Anxiety Study pada tahun 2020 yang dipaparkan Yuliana Safriani selaku Senior Brand Manager CLEAR bahwa 85% generasi muda saat ini sering membandingkan diri dengan kesuksesan orang lain yang mereka lihat di media sosial dengan diri mereka.
Pasalnya, media sosial jika diakses secara berlebihan akan menimbulkan masalah krisis internalisasi atau citra diri karena kerapkali menampilkan hal-hal yang dianggap ‘sempurna’.
Selain itu, riset yang sama menunjukkan bahwa 55% generasi muda sering mendapat kritik negatif dari orang-orang sekitarnya seperti orang tua, keluarga, teman maupun atasan, bahkan seringkali membandingkan prestasi dengan individu lain yang dianggap lebih baik .
Menurut Yuliana, lewat riset tersebut dapat diartikan bahwa banyaknya tuntutan, stigma, dan tekanan yang didapatkan dari faktor eksternal dapat menyebabkan turunnya tingkat ketangguhan mental seseorang.
Pada kesempatan yang sama, Psikolog dr. Liza Marielly Djaprie, M.Psi, mengatakan bahwa banyak pihak yang berpikiran bahwa ketangguhan mental adalah saat seseorang tidak bisa lelah, tidak bisa bersedih, tidak bisa marah, dan tidak bisa putus asa. Padahal, menurut Liza, ketangguhan mental adalah kondisi dimana individu mampu bangkit kembali setelah terjatuh, tapi juga belajar dan berkembang untuk menjadi lebih baik.
"Salah satu cara untuk memotivasi generasi muda dalam meraih impian mereka, yakni dengan memiliki sosok idola. Namun hal ini harus diiringi dengan upaya meningkatkan penghargaan terhadap diri sendiri," ujar Liza melalui keterangan tertulis, pada Jumat (21/10/2022).
"Jika kedua hal ini berdampingan, maka generasi muda dapat mengembangkan karakter mereka secara maksimal, menjadi pribadi yang lebih baik dan membuka peluang yang besar untuk mencapai apa yang mereka impikan,” tambah Liza.
Oleh karena itu, CLEAR sebagai berkolaborasi dengan karakter TinyTAN yang merupakan cerminan animasi dari ikon musik pop abad ke-21, BTS, dengan menghadirkan delapan kemasan special TinyTAN CLEAR.
Dengan kolaborasi ini, CLEAR percaya dapat mendukung lebih banyak anak muda untuk dapat meningkatkan kepercayaan diri dan membuka peluang lebih banyak dalam perjuangan mereka meraih impian.
Hal ini sejalan dengan komitmen CLEAR untuk mendukung generasi muda untuk #MoveUp dengan menjadi versi terbaik dari diri mereka dan menyingkirkan hal negatif yang menghalangi mereka untuk mencapai kesuksesan dengan maksimal.
Koleksi spesial kolaborasi TinyTAN CLEAR menghadirkan delapan kemasan spesial, diantaranya tujuh kemasan botol 160 ml yang menampilkan masing-masing karakter dan satu kemasan botol 660 ml dalam bentuk pump yang menampilkan ketujuh karakter TinyTAN.
CLEAR special edition hadir dalam varian CLEAR Complete Soft Care dengan kandungan 3 ZEROTECH yang mampu menjaga rambut 3X bersih total, sikat habis ketombe basah, minyak berlebih dan 99% kuman serta segar hingga 48 jam.
“Melalui kolaborasi bersama TinyTAN, kami berharap dapat memotivasi generasi muda untuk membangun pribadi yang lebih percaya diri tanpa takut akan tantangan demi mencapai apa yang mereka impikan.” tutup Yuliana.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Tiba di Jakarta, Ryan Giggs Terkesan 'Kehebohan' Penggemar Sejak di Bandara
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan


