Cegah Dehidrasi dan Heat Stroke, Jemaah Haji Diingatkan Minum Sebelum Haus

AKURAT.CO, Jemaah haji kloter pertama telah berangkat ke tanah suci pada 4 Juni 2022. Mengutip website Kementerian Agama (Kemenag), fase keberangkatan ditandai dengan terbangnya kloter pertama jemaah embarkasi Solo atau SOC 01.
Kemudian dilanjutkan dengan embarkasi Jakarta - Pondok Gede, Jakarta - Bekasi JKS 01, Solo SOC 02, Jakarta - Bekasi JKS 02, Surabaya, dan Padang.
Pemberangkatan haji gelombang pertama berlangsung dari 4 - 18 Juni 2022. Untuk gelombang kedua, pemberangkatan jemaah haji akan berlangsung dari 19 Juni - 3 Juli 2022.
Selama menjalani ibadah haji, para jemaah wajib menjaga kesehatannya dan kebugaran tubuh. Salah satunya dengan memastikan tubuh tidak mengalami dehidrasi.
Seperti diketahui kondisi di Arab Saudi berbeda dengan di Indonesia. Saat ini suhu di Arab Saudi bisa mencapai 45 derajat Celsius.
Oleh sebab itu, Kepala Pusat Kesehatan Haji dr. Budi Syivana, MARS, MH mengimbau seluruh jemaah haji untuk minum sebelum haus demi mencegah dehidrasi dan heat stroke.
Ia menyebut rata-rata cuaca di Arab Saudi saat ini bisa mencapai 45 derajat Celcius, dan 39 derajat Celcius saat malam hari.
"Suhu seperti ini sangat memungkinkan jemaah untuk mengalami dehidrasi dan tentu saja heat stroke," kata dr. Budi Syivana, dikutip AKURAT.CO, Senin (6/6/2022).
"Ini harus diantisipasi karena panas, dehidrasi dan heatstroke adalah penyebab utama kesakitan dan kematian para jemaah," tegasnya.
Lebih lanjut, dr. Budi Syivana mengungkapkan bahwa kondisi cuaca di Arab Saudi sering kali membuat jemaah haji tidak sadar telah mengalami dehidrasi.
Padahal beraktivitas di luar ruangan selama beberapa menit saja sebenarnya sudah membuat tubuh kehilangan banyak cairan.
Tentu saja, ini sangat berbahaya untuk jemaah haji, terutama mereka yang sudah lanjut usia (lansia) dan memiliki penyakit penyerta (komorbid)
"Berada di Saudi, jemaah tidak akan terasa mengalami dehidrasi. Beberapa menit saja berada di luar, setengah atau satu jam, di sana tingkat kelembapannya rendah, suhunya panas, dan kita menjadi tidak berkeringat. Jadi jamaah tidak terasa mengalami dehidrasi," ungkapnya.
"Ini sangat membahayakan terutama jemaah lansia dan mempunyai komorbid," pungkasnya.
Adapun Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Ahmad Abdullah sebelumnya sudah juga telah berpesan kepada seluruh jemaah haji untuk tidak terlalu banyak melakukan aktivitas di luar ruangan.
Selain itu, jemaah haji juga wajib mematuhi protokol kesehatan mengingat pandemi Covid-19 belum secara resmi berakhir.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat




