Akurat Logo

Adenovirus, Hipotesis Utama Penelitian WHO Soal Hepatitis Misterius

Iqbal Rizkyka | 11 Mei 2022, 18:28 WIB
Adenovirus, Hipotesis Utama Penelitian WHO Soal Hepatitis Misterius

AKURAT.CO Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, 348 kemungkinan kasus hepatitis misterius yang tidak diketahui asalnya masih terus diselidiki.  

Penelitian tentang peran potensial adenovirus dan infeksi Covid-19 pada hepatitis misterius, prosesnya semakin meningkat. Hipotesis utama adenovirus. 

Dilansir dari laman Channel News Asia, kasus telah dilaporkan dari 20 negara, dengan 70 kasus tambahan dari 13 negara lainnya, yang menunggu klasifikasi karena tes menunggu penyelesaian. 

Hanya enam negara yang melaporkan lebih dari lima kasus, lebih dari 160 kasus yang dilaporkan dari Inggris.

"Selama sepekan terakhir, ada beberapa kemajuan penting dengan penyelidikan lebih lanjut dan beberapa perbaikan hipotesis kerja," ujar Perwakilan Program Hepatitis Global WHO, Philippa Easterbrook,  di Chanel News Asia, dikutip pada Rabu (11/5/2022).

 "Saat ini, hipotesis utama tetap yang melibatkan adenovirus dengan juga masih merupakan pertimbangan penting tentang peran Covid-19 juga, baik sebagai koinfeksi atau infeksi masa lalu," sambungnya.

Seperti diketahui, adenovirus adalah kelompok virus yang dapat menyebabkan infeksi di saluran pernapasan atas, saluran pencernaan, mata, dan sistem saraf.

Meskipun bisa mengakibatkan berbagai penyakit infeksi, adenovirus memang lebih sering menimbulkan berbagai gangguan pernapasan seperti penyakit mirip flu, radang tenggorokan, dan pneumonia.

Kelompok virus ini bisa menginfeksi setiap orang di usia berapa saja, tetapi sebagian besar kasusnya terjadi pada anak-anak di bawah 5 tahun.

Infeksi akibat adenovirus bisa menimbulkan dampak yang lebih serius pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, termasuk lansia, orang dengan gangguan imun, dan penderita penyakit kronis.

Penularan virus ini umumnya berlangsung melalui kontak dekat, tetapi banyak juga penularan yang terjadi secara tidak langsung.

Studi tahun 2018 dalam jurnal Biomedicines, menjelaskan penularan tidak langsung, yang disebabkan oleh adenovirus dapat bertahan di permukaan benda dan lingkungan. Virus tersebut bisa bertahan dalam waktu yang cukup lama yakni hingga 30 hari.

Selain itu, virus ini kebal terhadap disinfektan karena bagian luar virus tidak terlindungi oleh selubung (non-enveloped). Meski begitu, virus tetap bisa mati bila dilarutan deterjen, pemutih, atau dipanaskan.

Philipa mengatakan, pengujian lebih lanjut dalam sepekan terakhir mengonfirmasi bahwa sekitar 70 persen dari kasus hepatitis misterius, dinyatakan positif adenovirus dengan subtipe 41. Biasanya terkait dengan gastroenteritis subtipe yang lazim.

Pengujian juga menunjukkan, sekitar 18 persen kasus secara aktif dinyatakan positif Covid-19. "Fokus besar selama pekan depan adalah melihat pengujian serologis untuk paparan dan infeksi, sebelumnya dengan Covid-19," kata dia.

Dia juga mengatakan, Inggris dengan kasus terbanyak, telah mengoordinasikan serangkaian studi komprehensif dengan melihat genetika anak-anak yang terkena dampak, respons kekebalan mereka, virus dan studi epidemiologi lebih lanjut.

WHO pertama kali memberitahu pada 5 April 2022, dari 10 kasus hepatitis misterius di Skotlandia, Inggris terdeteksi pada anak-anak di bawah usia 10 tahun.

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga anak di Indonesia meninggal akibat penyakit tersebut. Beberapa kasus menyebabkan gagal hati dan membutuhkan transplantasi. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.