Akurat Logo

5 Fakta Mengejutkan Hari Bipolar Sedunia, Telah Ada Sejak Zaman Yunani Kuno

Sabdi Imanuel Manuleus | 30 Maret 2022, 17:20 WIB
5 Fakta Mengejutkan Hari Bipolar Sedunia, Telah Ada Sejak Zaman Yunani Kuno

AKURAT.CO, Setiap tahunnya dunia memperingati Hari Bipolar yang jatuh pada setiap tanggal 30 Maret. Hari yang diperingati sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran akan penyakit mental Bipolar ini diambil dari hari kelahiran pelukis Belanda Vincent van Gogh, salah satu seniman paling berpengaruh di kesenian dunia. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan deretan fakta menarik terkait Hari Bipolar Sedunia. 

1. Telah ada sejak zaman Yunani Kuno

Penyebutan awal terkait gangguan mental telah ada sejak zaman Yunani dari Hippocrates yang juga kerap disebut sebagai ‘Bapak Kedokteran Dunia’. Di awal penemuannya tersebut, Hippocrates telah menuliskan dua suasana hati yang berlawanan dialami satu orang, yang kemudian dikenal sebagai depresi dan mania. 

2. Berkembang sejak abad ke-19

Sedangkan konsep modern terkait gangguan bipolar baru muncul pada abad ke-19 yang dideskripsikan oleh ahli saraf asal Prancis Jules Baillarger dan psikiater Jean-Pierre Falret, tepatnya pada tahun 1854. Di awal penamaannya, gangguan bipolar dinamai dengan ‘folie bentuk ganda’ yang memiliki makna kegilaan bentuk ganda dan Falret menyebut dengan nama ‘folie circulaire’ atau kegilaan melingkar. 

3. Pelukis paling berpengaruh dengan gangguan bipolar

Vincent van Gogh merupakan pelukis paling berpengaruh dalam dunia kesenian yang begitu dikenal dengan lukisannya The Stary Night. Penetapan tanggal 30 Maret sebagai Hari Bipolar Sedunia diambil dari tanggal lahir Van Gogh yang diketahui sebagai pelukis ternama dengan gangguan Bipolar yang begitu parah. Penderita gangguan bipolar ini meninggal dunia setelah mengalami halusinasi dan depresi ekstrem. Hingga akhirnya ia meninggal dunia pada tahun 1890 setelah menghasilkan lebih dari 3 ribu lukisan dengan menembak dirinya sendiri. 

4. Penelitian sejak tahun 1999

Hingga akhirnya, tahun 1999 silam, International Bipolar Foundation (IBPF) berhasil didirikan. Sejak itulah penelitian terkait gangguan bipolar terus berkembang. Lembaga ini juga telah membantu sejumlah orang yang menderita bipolar. Bipolar merupakan gangguan kronik yang menyebabkan perubahan perasaan dan energi yang fluktuatif. Sedangkan penderitanya mengalami berbagai kendala mulai dari kerusakan kognitif hingga bunuh diri. 

5. BipolarTogether

Tujuan utama dari adanya Hari Bipolar Sedunia adalah untuk menyebarkan inspirasi perubahan pemikiran warga dunia terkait stigma sosial dan mendorong penerimaan bagi para penderita gangguan bipolar. Sedangkan di tahun 2022 ini, tema Hari Bipolar Sedunia adalah #BipolarTogether. Kesadaran bipolar juga memiliki warna yang identik dengan Hari Bipolar Sedunia yaitu pola bergari hitam dan putih. 

Seseorang yang mengalami gangguan bipolar didiagnosis dari psikiater maupun psikolog dan bukan dari penderitanya sendiri. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.