Akurat Logo

Jangan Panik, Simak Cara Membedakan Kejang Pada Anak dan Penanganannya

Cosmas Kopong Beda | 11 Maret 2022, 15:45 WIB
Jangan Panik,  Simak Cara Membedakan Kejang Pada Anak dan Penanganannya

AKURAT.CO Kejang pada anak merupakan hal yang kerap terjadi pada beberapa anak. Terkadang Bunda seringkali panik menghadapi hal yang demikian.

Menurut  dr. Dwi Putro Widodo, Sp.A(K), M.Med Spesialis Anak Konsultan Saraf Anak RS Premier Bintaro bahwa terdapat beberapa jenis kejang pada anak yang harus diperhatikan ayah bunda.

"Jadi kejang itu di ilmu neurologi anak merupakan keadaan yang umumnya, karena banyak sekali, terutamakejang demam, dan yang kedua epilepsi jadi dua itu yang umum(dialami anak)," ujar Dwi dalam podcast RS premier Bintaro di kanal Youtube yang diunggah pada 26 Februari 2022.

Kemudian Dwi menjelaskan perbedaan jenis kejang demam dan epilepsi dan bagaimana bisa muncul pada anak.

"Kalau kejang demam ya harus diawali demam dahulu baru dia kejang-kejang, tapi kalau yang epilepsi spontan dia tanpa disertai demam dia muncul," imbuh Dwi.

Selain dua jenis tersebut, Dwi menambahkan bahwa dewasa ini tipe kejang itu banyak sekali dilihat dari gerakan tubuh dimana sang anak kejang. Dwi pun memeberitahukan terdapat 63 jenis kejang yang sudah ditemukan dalam dunia medis.

"Jadi tipe kejang itu banyak sekali,semua area di otak sesuai dengan fungsinya kalau dia mengalami hal yang tidak normal dan kejadiannya tiba-tiba itu bisa muncul kejangnya, Kejang itu yang sudah diketahui ada 63 jenis, mulai dari gerakan sampai yang tidak bergerak seperti melamun," jelasnya.

Namun Dwi menjelaskan bukan asal melamun bisa dikatakan kejang ada kriteria tertentu sehingga melamun dikatakan menjadi salah satu ciri penyakit tersebut.

"Kejang itu ada ceritanya harus sesuai dengan kejang Oh biasanya

kejadiannya hanya sesaat saja, biasanya anaknya dengan penuruna kesadaran jadi gangguan kesadaran artinya anaknya bisa parsial bisa full dia gak sadar, itu petunjuk paling bagus kemudian bentuk gerakannya juga biasanaya singkron dan dia berhenti sendiri tanpa pencetus,(pada) kejang demam, demamnya juga bukannya pencetus itu jadi demam satu,dua sampai tiga hari tapi saya tidak tahu kapan kejang itu muncul, tapi biasanya 16 jam pertama untuk kejang demam," ungkap Dwi.

Dwi pun menjelaskan langkah-langkah penanganan kejang kepada ayah bunda agar tidak segera panik menyikapi hal demikian.

"Jadi kita lihat kejangnya dulu yang seperti apa, kalau kejangnya yang istilahnya tanpa gerakan atau non motor biasanya tidak terlalu membahayakan jadi seperti yang bengong tadi itu tidak terlalu membahayakan," tuturnya.

Kemudian ia juga menyarankan agar orang tua jangan panik dan segera ambil tindakan jika menemukan kejang tanpa perlu dibawa ke rumah sakit.

"Tapi yang perlu segera tindakan ya kalau pertama kali yang dianjurkan itu jangan panik, kemudian ditidurkan telentang ke arah kiri-kanan dan jangan memasukkan sesuatu kedalam mulut, jangan ditinggal, lihat jam, kalau belum berhenti juga dalam waktu 3-5 menit maka berikan obat yang lewat dulu (anus) tapi umumnya bagi yang sudah terjadi sebelumnya, kalau yang baru pertama kali biasanya memasukkan sesuatu lewat mulutnya." jelasnya.

Dwi pun menerangkan kembali jika kejang akan berhenti dalam waktu 3 sampai 5 menit, namun demikian jika lebih dari itu baru disarankan pergi kerumah sakit.

"Nah ini beruntungnya atau bersyukurnya karena sebagian kejang itu berhenti sendiri di bawah tiga menit dan tidak membahayakan, makanya yang kita anjurkan jangan panik, jarang sekali yang lebih dari lima menit, kalau 3-5 menit gak kita berhentikan atau berhenti sendiri ya dia(kejangnya) maunya berlanjut nah itu yang berbahaya yang kita harus segera bawa ke rumah sakit," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.