Akurat Logo

Makanan Mengandung Gas Membuat Kamu Mudah Sendawa, Ini Penjelasannya

Iqbal Rizkyka | 30 September 2021, 09:50 WIB
Makanan Mengandung Gas Membuat Kamu Mudah Sendawa, Ini Penjelasannya

AKURAT.CO, Sendawa terkadang bisa terjadi setelah makan dan itu adalah hal biasa. Meski terkadang dianggap mengganggu kenyamanan oranglain, namun Sendawa  bukanlah penyakit serius. 

Namun ketahuilah, bahwa ada faktor penyebab seseorang terjadi sendawa. Yakni, penyebab adanya sendawa bukan disebabkan karena masuk angin. Namun itu penyebabnya dikarenakan karena makanan yang dicerna. 

Oleh sebab itu, sebaiknya perhatikan asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh. Sebab, sendawa bisa disebabkan oleh makanan yang mengandung gas.

Jika terlalu banyak gas di dalam tubuh dapat menyebabkan rasa tidak nyaman di perut sehingga harus dikeluarkan dengan sendawa. 

Jenis makanan yang mengandung gas biasanya sulit untuk dicerna. Sehingga membuatmu menelan udara saat memakan - makanan tersebut. 

Berikut daftar berbagai makanan yang mengandung gas, yang dilansir dari berbagai sumber.

Kacang-kacangan

Makanan yang mengandung gas adalah kacang-kacangan, antaralain seperti kacang merah, kacang tanah dan kacang hijau. Kacang-kacangan ini, makanan yang menghasilkan gas tertinggi karena mengandung banyak Rafinosa.

Rafinosa adalah gula kompleks yang sulit dicerna oleh tubuh. Ketika rafinosa melewati usus kecil dan menghasilkan hidrogen, karbon dioksida, dan gas metana, yang keluar melalui rektum.

Akibatnya, kamu sering buang angin karena ini atau bisa juga hidrogen, karbondioksida dan gas Metana keluar dari mulut ketika berada dipertengahan usus halus, ditandai perut kembung.

Kacang-kacangan juga mengandung banyak serat, dimana asupan serat tinggi dapat meningkatkan produksi gas berlebih pada perut. Selain kacang-kacangan, polong-polongan, seperti kacang polong dan lentil, juga dapat menyebabkan gas berlebih. 

Jika kamu tetap ingin menyantap kacang-kacangan dalam menu makanan kamu, sebaiknya rendam kacang semalaman terlebih dahulu sebelum diolah. Agar bisa membantu mengurangi Rafinosa dalam kacang.

Sayuran jenis cruciferous

Sama seperti kacang-kacangan, sayuran jenis cruciferous seperti brokoli, kembang kol, kubis, dan asparagus banyak mengandung serat dan rafinosa. Seperti diketahui, serat dan rafinosa berkontribusi terhadap produksi gas ketika bakteri di usus saat mencernanya.

Meski demikian, jenis sayuran ini sangat baik bagi kesehatan tubuh. Jadi, kamu jangan menghindarinya melainkan mengurangi atau membatasinya takarannya dalam menu makan harian. 

Bawang bombay

Bawang bombay mengandung gula alami yang disebut dengan fruktosa. Sama seperti rafinosa dan sorbitol, fruktosa berkontribusi memicu gas ketika bakteri dalam usus sedang mencernanya.

Olahan susu

Produk olahan susu bi menjadi sumber makanan yang mengandung gas. Keju, es krim, dan yogurt sebenarnya merupakan sumber protein dan kalsium yang baik bagi tubuh karena diolah dari susu. 

Akan tetapi, pada beberapa orang lanjut usia mungkin mengalami kesulitan dalam mencerna laktosa, gula dalam produk olahan susu atau dikenal dengan intoleransi laktosa. 

Nah, meningkatnya produksi gas di dalam perut merupakan ciri kondisi inoleransi laktosa. Jika kamu mengalami intoleransi laktosa, sebaiknya ganti produk olahan susu dengan susu almond atau produk olahan susu kedelai.

Makanan instant

Makanan instant, seperti roti, keripik, sereal, dan salad berbumbu sebagian besar mengandung fruktosa dan laktosa. 

Kedua kandungan ini dapat memicu peningkatan gas dalam perut kamu sehingga bisa menyebabkan sendawa.

Bebebrapa buah-buahan

Beberapa jenis buah-buahan, seperti apel, pir, peach, persik, dan pisang mengandung gula alkohol alami dan sorbitol. 

Sorbitol dapat menyebabkan produksi gas berlebih. Jenis buah-buahan ini juga dapat menghasilkan hidrogen, karbon dioksida, dan gas metana, setelah dicerna oleh usus besar sehingga menyebabkan kamu sering buang air. 

Permen

Mengisap permen bisa membuat kamu menelan lebih banyak udara. Sebab, sebagian besar permen menggunakan sorbitol sebagai zat pemanisnya. Seperti diketahui kandungan tersebut memicu timbulnya gas berlebih pada usus saat dicerna.

Tak hanya itu, mengunyah permen karet dapat menyebabkan tubuh kelebihan gas karena membuat lebih banyak udara yang tertelan. Selain itu, sebagian besar permen mengandung pemanis buatan, seperti sorbitol, manitol, dan xylitol yang justru menjadi lebih sulit untuk dicerna oleh tubuh dan menghasilkan gas dalam tubuh.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.