Kanker Nasofaring Sulit Dideteksi, Yuk Kenali Penyebab dan Gejalanya

AKURAT.CO Kanker nasofaring adalah penyakit di mana sel-sel ganas (kanker) menyerang kepala dan leher, atau lebih tepatnya di belakang rongga hidung (di dalam hidung) dan bagian atas tenggorokan.
Para ilmuwan dan dokter belum mengetahui penyebab pasti dari kanker nasofaring. Namun, virus Epstein-Barr (EBV) telah dikaitkan dengan jenis kanker ini. Penelitian menunjukkan hampir 100 persen kanker nasofaring berhubungan dengan EBV. Sel yang terinfeksi virus ini akan mengalami pertumbuhan yang tidak normal.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), EBV adalah anggota dari keluarga virus herpes. Virus ini terdapat pada udara dan hampir ada dalam seluruh tubuh manusia. Meskipun ada dalam tubuh manusia, namun virus EBV ini tidak selalu bergejala. Bahkan virus ini juga tidak menular.
“Tidak perlu khawatir karena tidak selalu EBV menyebabkan kanker. Kanker akan berkembang jika ada faktor risiko lain seperti genetik, paparan lingkungan, gizi buruk, obesitas dan lain-lain. Sering mengalami inflamasi di saluran napas atas juga bisa meningkatkan risiko,” ujar Dr. dr. Marlinda Adham Sp.THT -KL (K), PhD dari Departemen THT FKUI/RSCM, dalam webinar Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI), Sabtu (31/07/2021).
Diakui Marlina, kanker nasofaring cukup sulit untuk dideteksi, karena gejalanya sering kali baru muncul ketika sudah di tahap lanjut. Tak heran bila kondisi ini membuat pasien kerap abai dan dan memeriksakan kondisinya saat kanker sudah ada di stadium lanjut.
"Pendekatan terbaik yang bisa dilakukan adalah mengenali gejala sedini mungkin dan segera bawa ke dokter untuk mendapatkan terapi yang tepat. Sayangnya kebanyakan terdiagnosis di stadium lanjut, stadium 3 dan 4,” tuntasnya.
Berikut AKURAT.CO uraikan gejala umum kanker karsinoma nasofaring yang perlu diwaspadai. Jika kamu mengalami gejala-gejala dibawah ini, jangan ragu untuk langsung memeriksakan diri ke dokter.
- Nyeri telinga
- Tuli sebelah
- Telinga berdengung
- Mimisan
- Hidung tersumbat
- Ingus bercampur darah, pilek dan air ludah kental
- Benjolan pada tenggorokan
- Sakit kepala
- Penglihatan kabur atau berbayang
Adapun data yang berhasil dikumpulkan Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) menunjukkan terjadi peningkatan pasien kanker nasofaring di Indonesia. Pada 2000, penderita kanker nasofaring pada usia di bawah 30 tahun mencapai 12,9 persen. Namun, pasien meningkat menjadi menjadi 23,5 persen sejak 2005. Mirisnya, beberapa di antaranya menyerang anak di bawah usia 10 tahun.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 3KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 6Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 7Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 8Link Download Kalender 2027 PDF Lengkap dengan Tanggal Merah, Libur Nasional, dan Cuti Bersama
- 9Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi
- 10KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah



