AKURAT.CO, Perempuan memiliki kecenderungan naluriah untuk mengutamakan kepentingan orang lain, terutama kepentingan keluarga yakni anak dan suami. Hal ini, menurut Psikolog klinis dari Ciputra Medical Center dan Smart Mind Center, Frisca Melissa Iskandar, M.Psi, disebabkan oleh dua faktor, yakni internal dan eksternal.
"Kalau dorongan internal, wanita ingin mencapai self image positive. Sementara, faktor eksternal adalah perannya sebagai ibu atau istri. Dalam keluarga, secara naluriah ia akan memprioritaskan suami dan anaknya," kata Frisca dalam webinar peluncuran UOB Lady's Account pada Senin, (1/3).
Frisca menjelaskan bahwa menurut Abraham Maslow, ada lima hierarki kebutuhan yang harus dipenuhi agar individu bisa merasa sejahtera. Tahapan pertama harus terpenuhi, lalu bisa lanjut ke tahapan selanjutnya.
"Manusia akan berusaha memenuhi satu jenjang kebutuhan terlebih dahulu. Setelah jenjang pertama terpenuhi, maka manusia akan mencoba memenuhi kebutuhan yang ada di jenjang berikutnya," kata Frisca.
Pertama adalah kebutuhan fisiologis. Kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan paling mendasar atau kebutuhan primer yang paling kuat dan mendesak pemenuhannya, seperti makan, minum, pakaian, dan tempat tinggal. Kedua adalah kebutuhan rasa aman yang meliputi kebutuhan keamanan dan perlindungan dari bahaya fisik dan emosi.
Ketiga, kebutuhan sosial yang meliputi kebutuhan kasih sayang, perhatian, rasa memiliki, bersosialisasi dan penerimaan. Keempat kebutuhan penghargaan meliputi faktor-faktor internal seperti harga diri, otonomi, dan prestasi serta faktor-faktor eksternal seperti status, pengakuan dan perhatian.
Terakhir, ada kebutuhan penghargaan atau disebut juga kebutuhan untuk aktualisasi diri merupakan hak untuk memperoleh dan kewajiban untuk meraih atau mempertahankan pengakuan dari orang lain. Agar menjadi individu yang utuh, perempuan tak boleh lupa pada semua tahapan tersebut, terutama yang kelima.
Meski perempuan cenderung memprioritaskan orang lain, ada baiknya perempuan mementingkan diri sendiri demi kebaikan.
"Itu bukan sikap egois. Itu namanya self love. Self love adalah memprioritaskan kabutuhan sendiri tanpa mengorbankan kebutuhan diri sendiri demi orang lain. You can not someone else before your love yourself. Kita tidak berbagi dengan gelas kosong. Perempuan harusnya memenuhi empat hierarki kebutuhan itu dulu sebelum akhirnya kita bisa memenuhi kebutuhan orang lain. Setelah semua kebutuhan kita terpenuhi barulah kita bisa membantu dan menginspirasi orang lain," tandasnya.
Terkait dengan memenuhi kebutuhan wanita, UOB merilis tabungan khusus wanita UOB Lady's Account dengan fitur utama memberikan perlindungan penyakit kritis dengan uang pertanggungan Rp2 miliar dengan syarat ada dana mengendap senilai Rp25 juta, serta bebas biaya administrasi dan bunga kompetitif hingga 2 persen.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Indonesia dan Mesir Tegaskan Solusi Dua Negara Kunci Perdamaian Palestina
- 10Prabowo Dukung Mesir Amankan Hak Air di Sungai Nil: Indonesia Prihatin Atas Upaya Pelanggaran Hukum Internasional



