Pentingnya Peran Keluarga dalam Pencegahan dan Penanganan Penderita Diabetes

AKURAT.CO, Data dari International Diabetes Federation (IDF) Indonesia menududuki peringkat ketujuh sebagai penderita diabetes terbanyak di dunia. Hal ini menunjukan bahwa angka penderita diabetes per tahunnya akan semakin meningkat.
Maka dari itu, diharapkan masyarakat semakin menyadari pentingnya peran keluarga dalam hal deteksi dini, pencegahan, dan juga penangan diabetes.
Menurut Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, keluarga beperan penting dalam hal deteksi, cegah, dan menangani anggota keluarga yang menderita diabetes.
"Dalam deteksi, peran keluarga adalah mengetahui gejala dan ciri diabetes untuk mempercepat penanganan dan mencegah komplikasi. Terutama pada diabetes tipe 1 yang jika tidak dideteksi dini dapat menyebabkan disabilitas dan menimbulkan kematian," ungkapnya di acara #LingkunganKeluargaDiabetes, di FX Sudirman Senayan, Jakarta Selatan, Selasa, (26/11).
"Maka dari itu, salah satu tindakan mendeteksi dini adalah sering mengecek ke dokter dan mengetahui beberapa faktor risiko seperti overweight, pola hidup, usia semakin tua, bahkan keluarga yang mempunyai riwayat diabetes," bebernya.
Lebih lanjut, dalam hal pencegahan, keluarga sangat berperan dalam memahami faktor risiko dan meningkatkan gaya hidup sehat. Dalam penanganan diabetes, keluarga sangat berperan dalam memastikan pengobatan dan pemeriksaan kesehatan.
"Kita cegah jangan sampai mempunyai takaran gula yang tinggi karena, sangat berisiko besar dan tiggi. Caranya bisa mencegah dengan menjaga pola hidup sehat, atau ajak olahraga, mengatur makanan dan saling mengingtakan. Sebenanya, kalau sudah tahu risiko, dijaga dengan cara makan teratur, porsi yang teratur, dan jangan dibeda-bedakan makanannya," timpalnya.
Ia menambahkan, untuk penanganan penyandang diabetes tipe 1 dan 2, penderita dan anggota keluarga, perlu menyadari betapa pentingnya kepatuhan dalam pengobatan diabetes yang harus dilakukan seumur hidup, terutama untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
"Bicara keluarga, dalam hal penanganan ini perannya adalah memperhatikan satu sama lain. Jika, ada yang terkena diabetes harus empati bukan ikut merasakan, misalnya lakukanlah lifestyle yang sehat, ajak jalan pagi atau sering berolahraga ramai-ramai. Ingat, diabetes boleh makan apa saja, namun diatur dengan memilih, mengatur dan menghitung asupan makanan per harinya," tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Tiba di Jakarta, Ryan Giggs Terkesan 'Kehebohan' Penggemar Sejak di Bandara
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan


