Suntik Insulin Obat Paling Aman Untuk Bumil dengan Diabetes?

AKURAT.CO, Selain karena gaya hidup dan faktor keturunan, seseorang juga dapat tiba-tiba mengidap penyakit diabetes saat masa kehamilan. Biasa disebut diabetes gestasional, ini adalah diabetes yang hanya berlangsung sampai proses melahirkan selesai.
Diabetes gestasional, sampai saat ini belum diketahui secara pasti apa penyebabnya. Namun, semua ibu hamil memiliki risiko untuk mengalami diabetes gestasional ini.
Dalam keadaan diabetes gestasional, bumil harus rajin mengontrol kadar gula darahnya. Karena, dapat membahayakan ibu dan anak.
Tak sedikit bumil yang bingung dalam urusan berusaha menstabilkan gula darahnya. Ada yang mengurangi asupan, melompati waktu makan pokok misalnya melewatkan makan pagi atau malam dan sebagainya. Padahal, hal tersebut dapat memperburuk keadaan.
Bumil harus tetap menjaga asupannya, yaitu dengan gizi seimbang dan tidak melewatkan jam makan. Hal tersebut dilakukan agar janin dalam kandungan tidak kekurangan nutrisi. Beberapa pakar juga menganjurkan pada bumil agar aktif dalam berolahraga sesuai kapasitas individu, dan juga sesuai anjuran dokter yang menanganinya.
"Untuk urusan konsumsi obat, yang paling aman itu suntik insulin kalau untuk ibu hamil, dibandingkan konsumsi pil. Walaupun beberapa pil dikatakan aman, tetap yang paling aman itu insulin," kata Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, SpPD- KEMD, kepada AkuratHealth, di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Yup, selain usaha mandiri yang bisa dilakukan untuk mengontrol kadar gula darah, bumil juga bisa konsumsi obat untuk membantu usaha Bunda dalam menstabilkan kadar gula darah. Dan, konsumsi obat yang paling tepat untuk bumil menurut Profesor Ketut adalah dengan menyuntikkan insulin.
"Oleh karena itu, selama hamil obati dulu dengan insulin. Setelah melahirkan kalau benar itu diabetes gestasional, akan hilang dengan sendirinya. Tetapi yang penting diketahui, dalam kurun waktu lima tahun kedepan, bumil yang pernah gestasional umumnya 50 persen kemungkinan nantinya akan alami diabetes jika pola hidupnya tidak baik," jelasnya.
"Kalau setelah melahirkan obesitas, tidak memperbaiki aktifitas fisiknya, tidak menutup kemungkinan nanti bisa menderita diabetes. Jadi kalau sudah pernah alami gestasional, harus hati-hati kedepannya, karena bisa jatuh ke diabetes. Jadi perhatikan untuk hindari asupan yang kalorinya tinggi, jangan malas beraktifitas fisik," tutupnya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara




