Akurat Logo

Bagaimana Melatih Emosi Anak Agar Tidak Sering Tantrum? Simak Ini...

Khaerul S | 11 Juni 2019, 11:12 WIB
Bagaimana Melatih Emosi Anak Agar Tidak Sering Tantrum? Simak Ini...

AKURAT.CO AKURAT.CO, Menghadapi anak sering emosi atau tantrum memang membuat orangtua bingung hingga menjadi khawatir. Ingin menuruti keinginan anak, atau membiarkan, dan akhirnya memarahi dirasa sama-sama memberi dampak yang kurang baik.

Lalu, apa yang sebaiknya harus dilakukan orang tua untuk dapat mengontrol emosi anak? Psikolog anak, Marcelina Melisa, M.Psi, akan menjawab pertanyaan tersebut untuk Anda.

"Emosi itu timbul karena banyak faktor ya, salah satu emosi negatif itu muncul karena ada pengaruh juga dengan kondisi fisik, saling berkolerasi. Jadi, mau tidak mau, menjaga kesehatan fisik harus dijaga," katanya kepada AkuratHealth, dibilangan Kuningan, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Menurutnya, melatih emosi anak juga bisa diterapkan ketika aktifitas menunggu. Dimana aktifitas menunggu, juga menjadi suatu hal yang bisa memicu marah. Untuk anak-anak bisa diajarkan, kemudian dijelaskan, bahwa proses yang terjadi memang harus seperti ini, dan tidak semua bisa langsung didapat.

"Dalam kegiatan menunggu, untuk mengontrol emosi anak, kita bisa selipkan kepada anak untuk mengerjakan sesuatu yang lain, yang fun. Mengerjakan aktifitas lain saat menunggu, bisa membuat waktu terasa lebih cepat, dan meminimalisir rasa bosan," jelasnya.

Dirinya juga mengatakan, jika ditarik lebih panjang lagi, mengontrol emosi juga tentang kemampuan regulasi anak. Orang tua bisa melatih dalam kehidupan keseharian anak, justru dengan lebih sering mengantri, anak menunggu giliran, bermain yang dimana harus bergantian.

Hal tersebut memberi pembelajaran, bahwa tidak bisa selalu mendapatkan apa yang diinginkan secara instan, kalau memang aturannya seperti itu adanya. Dengan itu, anak jadi mengetahui ada aturan, dan punya regulasi yang baik juga.

"Yang perlu diingat, pelatihan ini tidak bisa instan, harus konsisten, dilakukan terus menerus. Karena ini bukan hanya tentang menyelesaikan emosi anak sesaat dengan mengabulkan keinginannya, bukan juga dengan menyelesaikan dengan cara terus memarahi," tutupnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Khaerul S
A