Akurat Logo

Diabetes Tipe 2 Menjadi Epidemik, Permintaan Insulin Dunia Meroket

| 1 Desember 2018, 16:24 WIB
Diabetes Tipe 2 Menjadi Epidemik, Permintaan Insulin Dunia Meroket

AKURAT.CO, Jutaan orang berjuang keras mendapat insulin yang sangat penting dan menjadi tumpuan hidup penderita diabetes. Epidemik diabetes tipe dua di dunia terus saja berlanjut. Diketahui kebutuhan insulin meningkat hingga 20 persen dalam rentang waktu 12 tahun terakhir. Kesimpulan tersebut berasal dari data yang diperoleh International Diabetes Federation.

Sekitar 406 Juta penderita diabetes saat ini diperkirakan akan naik menjadi 511 Juta pada tahun 2030 nanti.

Mayoritas penderita diabetes yang ada saat ini berasal dari China (130 Juta), India (98 Juta), dan Amerika Serikat (AS) sekitar 32 Juta orang. Sekitar 79 Juta orang dipastikan membutuhkan injeksi hormone insulin saat ini, namun diperkirakan hanya separuh dari jumlah besar itu yang mampu mendapatkannya. Orang dewasa penderita diabetes tipe dua diperkirakan akan meningkat dalam 12 tahun karena faktor penuaan, urbanisasi dan perubahan pola makan serta aktivitas fisik.

“Meski Pemerintah sudah membuat insulin mudah diperoleh dan lebih terjangkau, penggunaan insulin selalu tidak optimal. Selain itu masalah lain muncul karena permintaan insulin meningkat begitu juga dengan naiknya harga di beberapa tahun terakhir khususnya di AS, sangat mahal. Sedangkan produksi saat ini masih dikendalikan oleh tiga perusahaan farmasi besar saja,” papar Dr Tim Reed dari Health Action Internasional dikutip Dailymail (22/11).

“Pemerintah harus menggunakan informasi ini untuk merencanakan penanganan berkembangnya kebutuhan. Dengan menginfokan jumlah orang yang terkena diabetes, kami sekali lagi ingin memperingatkan pentingnya peran jaminan kesehatan universal dalam berperan meningkatkan kualitas hidup. Ini sangat menekan karena menurut data, kebutuhan terbesar hanya terjadi pada negara dengan sistem kesehatan yang lemah, dengan ketersediaan dan keterjangkauan yang buruk,” paparnya menambahkan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.