Pro Kontra Dokter Terawan, Okky Asokawati Minta Masyarakat Bijak Menyikapi

AKURAT.CO, Kabar pemecatan Mayor Jenderal TNI Dokter Terawan Agus Putranto dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyulut pro kontra di tengah masyarakat.
Pasalnya, selama ini dokter Terawan dinilai terbukti menyembuhkan banyak pasien melalui terapi ‘cuci otak’ di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto. Bahkan pasiennya adalah orang-orang terkenal seperti Aburizal Bakrie, hingga istri Mahfud MD.
Menurut anggota DPR dari PPP, Okky Asokawati, dalam menyikapi hal ini, masyarakat jangan terjebak pada pro dan kontra. Mereka perlu melihat semuanya dengan bijak dan holistik.
“Dokter Terawan dalam praktik "Brain Wash" nya telah memunculkan berbagai testimoni positif dari berbagai kalangan akan manfaat dan kedayagunaannya bagi kesehatan pasien. Ini fakta yang tidak bisa ditutupi,” kata wanita yang merupakan Anggota Komisi IX DPR RI sekaligus aktris Indonesia tersebut, Jumat (6/4).
Kendati demikian, persoalan etik yang menjerat Dokter Terawan juga fakta yang juga tidak bisa ditutupi. Persoalan internal di profesi dokter ini juga harus mendapat perhatian serius, khususnya oleh dokter Terawan.
Okky menambahkan, putusan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) yang mencabut izin sementara selama 12 bulan terhadap Dokter Terawan yang merupakan sanksi dalam kategori pelanggaran berat (Pasal 29 ayat 4 huruf f angka 4 tentang Pedoman MKEK) harus dilihat secara holistik. Karena hal itu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penegakan etik profesi dokter.
“Saya menyarankan kepada kedua belah pihak, untuk lebih mengedepankan kearifan dan penghormatan atas posisi masing-masing. Mengabaikan keberadaan MKEK tentu merupakan tindakan yang tidak tepat, karena akan menjadi preseden buruk atas supremasi etik bagi profesi dokter. Namun, mengabaikan kontribusi atas temuan dan praktik Dokter Terawan juga sikap yang bertolak belakang dari kenyataan di lapangan,” tuturnya.
Okky berharap, IDI turut menyelesaikan persoalan ini dengan cara arif dan bijaksana dengan mengedepankan semangat penegakan etik serta perlindungan konsumen.
Sebagaimana diketahui, dokter Terawan yang merupakan kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, menggunakan metode Digital Subtraction Angiography (DSA) atau yang sering disebut ‘cuci otak’, untuk berbagai pengobatan, terutama stroke. Ia juga mematenkan penemuannya itu di luar negeri.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 4Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 8Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 9KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot
- 10Perusahaan Asing Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla, Prabowo: Kita Cabut Izinnya




