Sebuah RS Dituduh Lakukan Malpraktik Setelah Seorang Bayi Telan Baterai

Jakarta, Sebuah keluarga di Florida menggugat sebuah rumah sakit atas dugaan malpraktik, di mana bayi mereka menderita luka bakar parah karena terlalu lama mengeluarkan baterai berukuran koin yang ia telan, demikian lansir Foxnews, sebagaimana dipantau Akurat, Jumat (30/12).
Orang tuanya Cole Parsons dan Courtney Thorne mengatakan dalam gugatan hukumnya Rumah Sakit Anak Wolfson di Jacksonville seharusnya mengeluarkan baterai lithium yang ditelan anaknya dalam waktu dua jam, sebagaimana direkomendasikan oleh pusat kendali racun.
Mereka juga menggugat Dr David Smith, yang mereka katakan telah meremehkan bahaya. Baterai itu baru dilepas sekitar lima jam setelah keluarga itu tiba di rumah sakit.
Bayi berusia sembilan belas bulan Ava-Kate Parsons telah menjalani 20 kali operasi, karena dia menelan baterai March 10. Ibunya yang berada di rumah saat itu melihat putrinya menelan baterai koin yang muncul keluar dari remote control. Dia bergegas untuk mengeluarkannya, tapi baterai itu sudah turun tenggorokannya, dan ia menelepon 911.
Lembaga nirlaba The National Capital Poison Center mengatakan lebih dari 1.900 anak-anak dilaporkan telah menelan baterai tombol pada tahun lalu, dan ada 20 insiden fatal pada anak-anak yang berusia kurang dari enam tahun. Kebanyakan baterai-baterai itu ditemukan di remote kontrol, kalkulator dan perangkat kecil lainnya.
Di rumah sakit, orang tua Ava-Kate menginginkan agar baterai itu segera diambil karena mereka khawatir gadis itu akan terpapar bahan kimia berbahaya. Tapi menurut ayahnya, dokter Smith mengatakan kepada mereka insiden itu "tidak berbeda dari koin di tenggorokannya."
"Dia tampak cukup santai (menghadapi )seluruh situasi," kata Parsons. "Beberapa saat kemudian, kami mendapati ada luka bakar listrik yang terjadi di kerongkongan, dan dia segera dilarikan ke operasi darurat."
Sayangnya, pihak rumah sakit tidak bersedia mengomentari kasus tersebut, mengutip hukum privasi.
Pengacara Eric Ragartz mengatakan jumlah uang dalam gugatan keluarga itu belum ditentukan. Akan tetapi, dikatakan bahwa mereka telah menghabiskan dana antara 300 ribu hingga 400 ribu dolar AS untuk biaya pengobatan, belum termasuk biaya perjalanan menuju Boston untuk merawat Ava-Kate setiap dua minggu sekali. Ibunya, yang bekerja sebagai asisten perawat, juga telah mengambil cuti.[]Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan


