AKURAT.CO Pada Rabu (3/8), peristiwa ponsel meledak saat dimainkan sambil mengisi daya terjadi di Ciamis. Kejadian tersebut memakan korban jiwa. Anak berusia 9 tahun dilaporkan meninggal dunia.
Ponsel yang meledak saat di charge, bisa disebabkan oleh sejumlah faktor. Salah satunya, akibat penggunaan charger non orisinal atau charger buatan pihak ketiga. Charger bawaan atau charger asli tentu memiliki kualitas dan keamanan yang lebih tinggi dibandingkan charger non orisinal.
Oleh karenanya, penggunaan charger ponsel yang bukan bawaan pabrik akan berisiko. Mengingat charger non orisinal yang biasa dijual dengan harga murah biasanya tidak dilengkapi dengan sistem keamanan yang mumpuni. Salah satunya, tidak adanya kemampuan untuk menghentikan proses pengisian ketika terjadi panas yang berlebih.
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut bahaya akibat penggunaan charger non orisinal.
1. Berpotensi merusak ponsel
Ketika menggunakan charger non orisinal, maka akan berisiko membuat ponsel kamu menjadi lebih cepat rusak. Hal ini karena komponen yang ada di dalam ponsel sensitif terhadap voltase yang tidak stabil saat mengisi daya.
2. Membuat ponsel jadi cepat panas
Risiko menggunakan charger non orisinal berikutnya adalah membuat ponsel menjadi cepat panas. Hal ini dikarenakan voltase yang tidak stabil masuk ke dalam ponsel, sehingga memengaruhi komponen listrik lainnya yang ada di dalam ponsel.
Salah satu komponen yang terdampak, yakni baterai. Di mana baterai akan menjadi cepat panas. Apabila hal ini dibiarkan begitu saja, maka akan membuat baterai ponsel kamu bisa jadi cepat mengalami kerusakan.
3. Lambat saat mengisi daya
Dibandingkan dengan charger original, menggunakan charger non orisinal bisa lebih lambat saat melakukan pengisian daya. Hal ini karena voltase yang ada di kepala charger non orisinal tidak sesuai dengan standar pabrikan ponsel. Apalagi saat ini sudah banyak charger yang menggunakan teknologi fast charging, sehingga pengisian dayanya jauh lebih cepat.
4. Berisiko merusak lubang USB
Risiko penggunaan charger non orisinal berikutnya, yaitu dapat merusak lubang USB. Hal ini bisa terjadi karena dua hal. Pertama, seperti yang sudah disinggung di atas, charger non orisinal membuat voltase yang keluar dari kepala charger tidak stabil. Akibatnya, akan mempengaruhi kondisi USB.
Kedua, penas yang ditimbulkan oleh kabel, akan membuat komponen yang ada di dalamnya menjadi lebih cepat panas. Jika dibiarkan, maka dampaknya akan membuat lubang USB menjadi rusak.
5. Berpotensi meledak
Risiko yang paling berbahaya saat menggunakan charger non orisinal adalah potensi terjadinya ledakan. Seperti yang sudah disinggung di atas, charger non orisinal memiliki voltase yang tidak stabil dan komponen yang ada di dalamnya tidak terjamin kualitasnya. Bahkan, charger ini tidak mempunyai kemampuan untuk menghentikan proses pengisian ketika terjadi panas yang berlebih.
Jika hal tersebut sering terjadi, maka akan membuat perangkat elektronik yang ada di dalam sebuah charger akan panas dan berisiko untuk meledak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T





