Bahaya Teh untuk Anak: Dokter Ingatkan Risiko Stunting dan Anemia

AKURAT.CO Dokter spesialis anak dari Universitas Indonesia, dr. Ria Yoanita, Sp.A, mengimbau para orang tua untuk berhati-hati dalam memberikan teh kepada anak-anak.
Ia menegaskan, konsumsi teh yang berlebihan dapat berdampak negatif pada tumbuh kembang anak.
Ria menjelaskan, orang tua perlu memperhatikan waktu dan jumlah teh yang diberikan kepada anak-anak agar tidak berlebihan.
"Seringkali, anak-anak merasa kenyang setelah minum teh dan menolak makan, padahal teh tidak menyediakan zat gizi makro seperti karbohidrat, protein, dan lemak yang penting untuk pertumbuhan mereka," ujarnya, Minggu (13/10/2024).
Baca Juga: Ridwan Kamil Berduka atas Wafatnya Prof. Danisworo: Beliau Ayah Kedua Saya
Menurutnya, teh juga mengandung polifenol dan asam fitat yang dapat menghambat penyerapan zat besi, sehingga meningkatkan risiko anemia pada anak.
"Konsumsi teh bisa mengganggu penyerapan zat besi, membuat anak lebih rentan terkena anemia defisiensi besi yang dapat menghambat kenaikan berat badan dan berujung pada stunting jika tidak segera ditangani," ungkap Ria.
Lebih lanjut, Ria menyarankan agar teh tidak dijadikan minuman pendamping saat makan karena kandungan kafein, theobromine, dan teofilin di dalamnya dapat membuat anak terlalu aktif dan sulit tidur.
Selain itu, sifat diuretik teh bisa menyebabkan anak sering buang air kecil jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.
Baca Juga: Badai Milton Sebabkan Kerusakan Parah di Florida, 8 Orang Tewas
Ia juga mengingatkan orang tua untuk menghindari memberikan teh kemasan kepada anak karena kandungan gula yang tinggi dapat memicu risiko obesitas.
"Minuman dengan kadar gula yang tinggi tidak baik untuk kesehatan anak-anak," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi








