Gagal Masuk Tentara hingga Jadi Karyawan Restoran, 6 Fakta Tak Terduga Perjalanan Karier Parto Patrio

AKURAT.CO, Eddy Soepono atau yang akrab disapa Parto Patrio dikenal sebagai salah satu komedian senior yang namanya masih moncer di panggung hiburan sampai saat ini. Di tengah banyaknya komedian pendatang baru yang bermunculan, Parto masih tetap bertahan meski grup lawak yang membesarkan namanya, Patrio, kini mulai jarang didengar.
Di balik kesuksesan Parto saat ini, ternyata pria kelahiran 17 April 1961 ini memiliki perjuangan hidup yang penuh lika-liku. Daripada penasaran, berikut fakta menarik perjalanan karier Parto, dihimpun AKURAT.CO Selasa (10/3).
1. Mulai melawak sejak SMP
Parto mengaku jika dirinya mulai melawak sejak dirinya masih duduk di bangku SMP. Hal tersebut ia ungkapkan saat menjadi narasumber di kanal YouTube Denny Cagur, belum lama ini.
Menurutnya, saat SMP, ia tidak sengaja ditarik untuk mewakili sekolah dalam lomba kesenian lawak. Hal tersebut bermula saat salah satu personel grup lawak di sekolahnya tiba-tiba tidak hadir saat latihan. Saat itu, tanpa alasan yang jelas, Parto kemudian ditunjuk untuk menggantikannya.
Namun tanpa diduga, aksi Parto dengan logat bahasa Jawa ngapaknya rupanya berhasil membuat semua orang yang hadir di latihan tersebut tertawa terbahak-bahak. Parto pun akhirnya ditarik bergabung dengan grup lawak di sekolahnya.
Tidak hanya itu, Parto juga berhasil mengharumkan nama sekolahnya, setelah ia menjuarai lomba lawak tingkat SLTP se-Jakarta Selatan tahun 1975.
"Ternyata ada lomba, lomba lawak tingkat SLTP se-Jakarta Selatan, gua ngikut, juara satu," jelas Parto sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari kanal dikutip AKURAT.CO dari YouTube Denny Cagur TV, Selasa (10/3).
2. Pernah gagal jadi calon anggota TNI
Setelah lulus SMP, Parto mengaku sempat mendaftarkan diri menjadi calon tentara angkatan laut. Sayang, ia gagal saat hendak mengikuti tes fisik, karena kecelakaan.
Parto menceritakan, sebenarnya ia sudah hampir mengikuti tes fisik renang dan lari. Namun ia gagal mengikuti tes tersebut, lantaran mengalami kecelakaan saat dibonceng dengan motor bersama temannya, yang masih baru belajar.
3. Dirikan grup lawak dengan nama 'Tolbing'
Setelah gagal masuk menjadi TNI, Parto kemudian mendirikan grup lawak bernama Tolbing yang merupakan akronim dari tolol bingung. Saat itu, Parto bersama beberapa teman lawaknya seperti Eman 'Empat Sekawan,' Juki, dan Jieng tergabung dalam grup lawak tersebut.
"Grupnya Tolbing, Eman Empat Sekawan, dulu namanya Eman Kurniadi lah, Juki (Almarhum), sama Jieng," jelas Parto.
Dari grup lawak tersebut, Parto dan kawan-kawan pun beberapa kali ikut lomba yang digelar di Ancol, hingga pernah keluar sebagai juara dua dengan hadiah Rp25 ribu.
4. Jadi karyawan restoran ayam
Parto sempat bekerja di salah satu restoran ayam goreng sebelum menjadi pelawak profesional. Saat itu, Parto bekerja mulai dari tukang bersih-bersih, tukang saji, pemotong daging ayam, hingga tim leader.
Adapun gaji yang diperoleh Parto saat pertama kali bekerja di restoran tersebut, hanya Rp25 ribu. Menurut Denny Cagur, jika angka tersebut dikonversi ke 2019, hanya sekitar Rp412 ribu.
5. Mengisi lawak di acara radio
Saat menjadi karyawan di restoran, Parto juga masih mengisi acara komedi di radio. Namun, dengan berbagai pertimbangan, Parto akhirnya memilih untuk menjadi pelawak saja, meskipun secara gaji saat itu lebih besar menjadi karyawan restoran.
6. Dirikan grup lawak Patrio
Setelah fokus menjadi pelawak, Parto mulai bertemu dengan Eko dan Akri yang saat itu mereka sudah memiliki grup lawak bernama Sebul. Eko kemudian mengajak Parto untuk membuat grup lawak baru dengan nama Patrio, yang diambil dari nama ketiganya, Parto, Akri, dan Eko.
Patrio akhirnya resmi berdiri pada 10 Oktober 1994. Nama Patrio semakin dikenal publik setelah grup lawak ini mengisi acara Ngelaba di TPI (Sekarang MNC TV). Perlahan tapi pasti, karier Patrio pun semakin melejit, hingga personel mereka, Parto, Akri, dan Eko beberapa kali bermain FTV dan Sinetron.
Itulah fakta perjalanan karier Parto Patrio, dari calon anggota TNI sampai menjadi komedian terkenal seperti sekarang ini. Cukup menginspirasi bukan?[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK


