Akurat Logo

5 Fakta Guccio Gucci, Pendiri Brand Fesyen Mewah yang Sempat Jadi Pelayan Hotel

| 10 Januari 2023, 07:01 WIB
5 Fakta Guccio Gucci, Pendiri Brand Fesyen Mewah yang Sempat Jadi Pelayan Hotel

AKURAT.CO Brand mewah Gucci tentu sudah tidak asing lagi di telinga sebagian besar orang. Nama merek fesyen ini diambil dari nama belakang pendirinya, Guccio Gucci.

Sebelum menjadi sebuah merek yang tersohor seperti sekarang, ternyata Gucci telah melalui serangkaian perjalanan panjang, hasil kerja keras sang pendiri Guccio Gucci. Lantas, seperti apa sosok di balik kesuksesan Gucci tersebut?

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO merangkum sederet fakta mengenai Guccio Gucci.

1. Bekerja sebagai pelayan hotel

Pemilik nama lengkap Guccio Giovanbattista Giacinto Dario Maria Gucci, lahir pada 26 Maret 1881 di Florence, Tuscany, Italia. Ia adalah anak dari Gabriello Gucci, seorang pengrajin kulit dari San Miniato, Italia. Ketika remaja, Guccio bekerja di Hotel Savoy di London, tempat yang menjadi inspirasinya akan barang-barang kulit. 

Berbagai pekerjaan telah ia lakoni selama berada di hotel paling mewah di Eropa pada awal abad ke-20 tersebut, mulai dari sebagai pencuci piring, pelayan, hingga pramutamu. Pekerjaannya memberinya banyak pelajaran. Ia memperhatikan bagaimana orang-orang kaya berperilaku, dan pilihan pakaian serta aksesori yang mereka kenakan. Guccio juga tak ragu untuk membangun koneksi bersama mereka.

2. Kembali ke negara asal dan mendirikan toko sendiri

Setelah bekerja selama beberapa tahun di London, Guccio memutuskan kembali ke tanah air kelahirannya. Tahun 1901, ia menikahi Aida Calvelli, seorang penjahit berusia 24 tahun dan putri dari penjahit. Dari pernikahannya, mereka dikaruniai 1 anak perempuan dan 5 anak laki-laki.

Bermodal sisa uang yang ia simpan dari hasil bekerja di London, Guccio mencoba peruntungannya dengan membuka toko sendiri di Via della Vigna Nuova, Florence, pada tahun 1921. Bisnisnya berkembang dengan cepat, Guccio kemudian memperluas workshop di belakang tokonya dan mulai mempekerjakan pengrajin terampil untuk memproduksi tas kulit khusus.

Menargetkan sejumlah orang kaya, Gucci mulai memproduksi perlengkapan kuda, karena pada saat itu berkuda merupakan olahraga elite. Merek Gucci pun dikenal para orang kaya di Florence.

3. Inisialnya dipakai sebagai logo ikonik Gucci

Ketika mengelola bisnisnya, Guccio dibantu keempat putranya yaitu Aldo, Rodolfo, Ugo, dan Vasco. Pada tahun 1933, Aldo Gucci merancang logo double-G yang menjadi logo ikonik Gucci hingga sekarang. Logo itu terinspirasi dari inisial Guccio Gucci. Berkat logo tersebut, produk Gucci dapat dengan mudah dikenali hanya dengan melihat secara sekilas saja.

4. Ekspansi usaha

Gucci mulai mendapat reputasi bagus dari para pelanggannya. Tahun 1938, Aldo meyakinkan Guccio untuk berekspansi ke Roma. Mereka akhirnya membuka toko barunya di Via Condotti, sebuah daerah dekat perusahaan fesyen mewah Bulgari. Pada tahun 1945, menjelang akhir Perang Dunia II, tas suiter lipat Gucci menjadi populer di kalangan perwira militer Inggris yang menduduki Roma. 

5. Menyerahkan bisnis kepada para putranya

Seiring bertambahnya usia, Guccio mulai menunjuk para putranya untuk mengelola brand Gucci. Vasco menakhodai toko di Florence, di sisi lain Rodolfo membuka butik baru di Milan, dan Aldo melebarkan sayap dengan membuka butik Gucci pertama di luar Italia yaitu di New York, Amerika Serikat (AS).

Walaupun pendirinya telah meninggal sejak tahun 1953 silam, Gucci masih menjadi sebuah merek fesyen fenomenal yang kerap digunakan oleh para pesohor papan atas. Mengutip Forbes, perusahaan yang didirikan Guccio Gucci ini menempati urutan ke-31 sebagai "Merek Paling Berharga di Dunia 2020" dengan nilai brand di tahun tersebut mencapai USD 22,6 miliar atau sekitar Rp352,1 triliun.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.