Kuba Krisis Listrik dan BBM di Tengah Tekanan Trump, Meksiko Kirim Bantuan 1.700 Ton Kebutuhan Pokok

AKURAT.CO Kuba kembali menerima bantuan kemanusiaan dari Meksiko di tengah krisis energi dan tekanan politik yang semakin meningkat dari pemerintahan Presiden AS, Donald Trump. Bantuan terbaru berupa 1.700 ton kebutuhan pokok tiba di pulau tersebut pada Senin (18/5/2026).
Saat ini, Havana menghadapi kelangkaan bahan bakar dan ancaman baru dari Washington. Pengiriman bantuan ini menjadi yang kelima dari pemerintah sayap kiri Meksiko sejak Februari lalu. Namun berbeda dari pengiriman sebelumnya yang menggunakan kapal angkatan laut Meksiko, kali ini bantuan dikirim melalui kapal dagang berbendera Panama.
Pemerintah Kuba menyebut blokade minyak yang berlangsung telah menyebabkan negara itu kehabisan diesel dan bahan bakar minyak yang dibutuhkan untuk mengoperasikan generator listrik tambahan. Kondisi tersebut memperparah krisis listrik nasional akibat buruknya infrastruktur pembangkit listrik yang sudah tua dan rusak.
Di saat bersamaan, media-media Amerika Serikat melaporkan bahwa pemerintahan Trump tengah mempertimbangkan dakwaan terhadap Raul Castro, adik mendiang pemimpin revolusi Kuba, Fidel Castro. Langkah itu disebut menjadi bagian dari kampanye tekanan Washington terhadap Havana.
Menteri Industri Pangan Kuba, Alberto Lopez, mengatakan bantuan dari Meksiko mencakup susu bubuk dan kacang-kacangan yang diprioritaskan untuk anak-anak serta warga lanjut usia.
Krisis ekonomi dan energi di Kuba dalam beberapa bulan terakhir semakin memburuk akibat kombinasi sanksi, kelangkaan bahan bakar, dan gangguan pasokan listrik berkepanjangan. Situasi tersebut memicu antrean panjang, pemadaman listrik bergilir, serta meningkatnya tekanan terhadap pemerintah Kuba.
Di sisi lain, dukungan Meksiko terhadap Kuba dipandang sebagai sinyal politik penting di tengah meningkatnya ketegangan antara Havana dan Washington. Bantuan kemanusiaan itu juga menjadi perhatian internasional karena datang saat Amerika Serikat memperketat tekanan diplomatik dan ekonomi terhadap negara komunis tersebut.
Sumber: France24
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan


