AS Usulkan Penjualan Senjata Rp129 Triliun ke Israel di Tengah Krisis Palestina

AKURAT.CO Amerika Serikat dikabarkan secara informal telah memberi tahu Kongres terkait usulan kesepakatan penjualan senjata senilai 8 miliar dolar AS (sekitar Rp129,6 triliun) kepada Israel.
Paket persenjataan ini mencakup amunisi untuk jet tempur, helikopter serbu, hingga peluru artileri.
Departemen Luar Negeri AS menyebut bahwa langkah ini dirancang untuk memperkuat keamanan Israel.
"Penjualan ini bertujuan memasok kembali amunisi penting dan meningkatkan kemampuan pertahanan udara Israel,” ujar seorang pejabat AS, dikutip dari Antara, Sabtu (4/1/2025).
Langkah ini juga diakui untuk menangkal ancaman dari Iran dan kelompok-kelompok proksinya.
Namun, rencana ini memicu perdebatan sengit di tengah konflik yang telah menyebabkan ribuan warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, menjadi korban di Jalur Gaza.
Baca Juga: Liga 1: Malut United Kontrak Pemain Muda Ahmad Wadil Menjelang Paruh Kedua
Lebih dari 45.650 warga Palestina dilaporkan tewas sejak serangan lintas perbatasan oleh Hamas pada Oktober 2023, yang juga menewaskan sekitar 1.200 orang di pihak Israel.
Paket senjata ini meliputi rudal udara-ke-udara AIM-120C-8 AMRAAM, peluru artileri 155mm, bom berdiameter kecil, hingga hulu ledak seberat 500 pon.
Beberapa amunisi akan dikirim dari stok AS, sementara sisanya membutuhkan waktu satu tahun lebih untuk diproduksi dan disalurkan.
Meskipun penjualan ini belum mendapat persetujuan resmi Kongres, pengiriman senjata serupa sebelumnya telah menuai kritik.
Beberapa kelompok HAM, pejabat AS, dan anggota Kongres dari Partai Demokrat mendesak Presiden Joe Biden untuk menghentikan bantuan militer kepada Israel, dengan alasan pelanggaran hukum internasional dan Undang-Undang Leahy.
Undang-Undang Leahy mengatur bahwa AS harus menghentikan bantuan militer kepada unit asing jika terdapat bukti kuat pelanggaran hak asasi manusia.
Baca Juga: 509.473 Kendaraan Kembali ke Jabotabek Usai Libur Tahun Baru 2025, Melonjakan 26,65 Persen
Namun, aliran senjata dari AS ke Israel terus berlanjut. Pada 2023, AS sempat menghentikan pengiriman bom besar ke Israel, namun pengiriman ini kembali dilanjutkan beberapa bulan kemudian.
AS, yang memberikan bantuan keamanan tahunan senilai 3,8 miliar dolar AS (Rp61,5 triliun) kepada Israel, tercatat sebagai pemasok senjata terbesar negara tersebut. Lebih dari 70 persen senjata yang diimpor Israel berasal dari AS.
Penelitian menunjukkan bahwa senjata buatan AS sering digunakan dalam serangan yang menimbulkan korban sipil, meskipun pemerintah AS menolak memberikan konfirmasi terkait tuduhan ini.
Di tengah meningkatnya kritik internasional, AS tetap mempertahankan posisinya sebagai sekutu utama Israel.
Baca Juga: Nonton Film Agak Laen Rebahin LK21 Full Movie Apakah Aman? Cek 5 Situs Resmi Gratis
Penjualan senjata ini, jika disetujui, dapat memperkuat kemampuan militer Israel, tetapi juga berisiko memperburuk isu kemanusiaan yang sedang berlangsung di wilayah konflik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan







