Siapakah Nikki Haley? Eks Dubes AS yang Tulis Pesan 'Habisi Mereka' di Rudal Israel

AKURAT.CO Nama Nikki Haley sedang menjadi perbincangan netizen di seluruh dunia. Pasalnya, ia terang-terangan membela Israel hingga menuliskan pesan provokatif pada alat tempur Israel baru-baru ini.
Nikki Haley belum lama ini sempat mengunjungi Perbatasan Israel-Lebanon. Ia pun menandatangani roket Israel dengan tulisan 'finish them' atau habisi mereka setelah roket tersebut menyerang kamp pengungsi Rafah yang menewaskan kurang lebih 45 warga sipil.
Tentu saja, netizen kesal dengan aksi dari eks Dubes AS tersebut, bahkan mereka meninggalkan berbagai kritikan tajam di akun Instagram Nikki Haley.
Lantas, siapakah sosok Nikki Haley yang telah menuliskan pesan 'habisi mereka' pada rudal Israel? Berikut ini informasi selengkapnya.
Profil Nikki Haley
Nimrata Nikki Randhawa atau lebih dikenal dengan Nikki Haley lahir di Bamberg, Carolina Selatan, AS pada 20 Januari 1972.
Nikki lahir dari orang tua yang merupakan imigran India dan bekerja sebagai pedagang pakaian yaitu Dr. Ajit Singh Randhawa dan Raj Kaur Randhawa.
Ia pernah menempuh pendidikan di Orangeburg Preparatory School. Kemudian, ia berhasil meraih gelar B.S di bidang akuntansi di Clemson University pada 1994 silam.
Pada 1996, ia memutuskan untuk menikah dengan Michael Haley. Dari pernikahan tersebut, ia dikarunia dua orang anak.
Suami Nikki terkenal sebagai anggota Garda Nasional AD dan pernah bertugas di Afghanistan.
Pada 2004, Niki berhasil memenangkan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat negara bagian. Ia pun mulai menjabat di tahun berikutnya hingga kembali terpilih pada 2008 silam.
Setelah itu, ia mendaftarkan diri sebagai gubernur South Carolina dengan dukungan dari gerakan Tea Party, terutama dari Sarah Palin pada 2010.
Nikki pun berhasil memenangkan pemilihan umum tersebut. Ia menjadi wanita pertama yang pernah menjabat sebagai gubernur Carolina Selatan dari 2011-2017.
Ia juga pernah ditunjuk sebagai sebagai duta besar AS untuk Perserikatan bangsa-bangsa periode 2017-2018.
Saat menjadi duta besar PBB, Nikki sangat menentang keras kepemilikan nuklir Iran dan Korea Utara.
Pada Oktober 2018, ia pun mengundurkan diri sebagai duta besar PBB dan meninggalkan jabatannya pada Desember.
Menurut Forbes, Nikki Haley mengumumkan niatnya untuk mencalonkan diri sebagai Presiden AS dari Partai Republik pada Februari 2023. Namun, dua hari setelah pengumumannya, mantan pembawa acara CNN, Don Lemon, memicu kontroversi.
Lemon menimbulkan kehebohan di dunia maya setelah menyiratkan bahwa Haley, sebagai wanita berusia 50-an, tidak berada dalam kondisi prima. Haley kemudian memanfaatkan kontroversi tersebut untuk mengklaim kembali seruan kampanyenya sebagai "di masa jayaku."
Baca Juga: Jejak Karir dan Profil Nikki Haley, Capres Perempuan yang Mundur dari Pilpres AS
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 6Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 7Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 8Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 9Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara
- 10Peluang Gibran di Pilpres 2029 Tetap Terbuka Lebar Meski Lawan Politik Terus Bermanuver









