Akurat Logo

Mengenal Saint Porphyrius, Gereja Ortodoks Tertua di Gaza Yang Hancur Dibom Israel

Muhtar S. Syihabuddin | 22 Oktober 2023, 21:26 WIB
Mengenal Saint Porphyrius, Gereja Ortodoks Tertua di Gaza Yang Hancur Dibom Israel

AKURAT.CO Sebuah serangan udara dari Israel menyerang sebuah bangunan yang berdekatan dengan Gereja Saint Porphyrius yang bersejarah di Gaza, milik Patriarkat Ortodoks Yunani di Yerusalem dan menyebabkan kerusakan parah pada gereja tersebut.

Menurut pihak Patriarkat, bangunan yang dibom itu berafiliasi dengan gereja dan runtuh akibat ledakan setelah serangan tersebut.

Kementerian dalam negeri Gaza mengatakan beberapa pengungsi, entah itu yang beragama Kristen maupun Islam berlindung di dalam bangunan yang berdekatan dengan gereja tersebut.

Akibat serangan yang dilancarkan militer Israel, mereka gugur dan terluka.

Beberapa saksi mata juga mengatakan, Serangan tersebut terlihat ditujukan pada lokasi yang dekat dengan tempat ibadah.

Lokasi itu telah menjadi tempat penampungan bagi banyak warga Gaza yang berlindung ketika perang mengganas. Serangan itu merusak bagian depan gereja dan menyebabkan bagunan di sekitarnya runtuh.

Gereja Saint Porphyrius memang terletak tidak jauh dari Rumah Sakit Al-Ahli Baptis, rumah sakit yang sebelumnya telah diserang oleh militer Israel dan menewaskan sekitar 471 orang. 

Saat ini gereja tersebut telah menjadi sasaran penyerangan bom militer Israel pada Kamis malam.

Gereja Saint Porphyrius merupakan sebuah gereja Ortodoks Yunani dan diyakini sebagai gereja tertua ketiga di dunia. Menurut komite Tinggi Urusan Gereja di Palestina, gereja Saint Porphyrius dibangun pada 425 Masehi dan kemudian di renovasi pada tahun 1856. 

Gereja Saint Porphyrius terletak di kawasan Zaytun, Kota Tua Gaza, dengan makam Santo Porphyrius yang terletak di sudut timur laut.

Santo Porphyrius adalah uskup Gaza pada abad kelima, dari tahun 395 Masehi hingga 420 Masehi. Namanya diabadikan menjadi nama gereja karena sosoknya telah memberikan penghiburan bagi beberapa generasi Palestina di Gaza terutama pada masa-masa ketakutan. 

Saint Porphyrius merupakan tempat penting bagi umat Kristen di Jalur Gaza yang berjumlah sekitar 1.000 orang, kebanyakan dari mereka adalah penganut Ortodoks Yunani. Gereja ini memiliki arsitektur yang mirip dengan Masjid Agung Gaza di Jabaliya, Gaza Utara.

Masjid tersebut sebelumnya adalah Katedral Santo Yohanes dan kemudian diubah menjadi masjid setelah penaklukan muslim pada abad ketujuh. 

Gereja Saint Porphyrius dibangun oleh tentara salib dengan bentuk persegi panjang, diakhiri dengan candi beratap setengah kubah.

Saint Porphyrius telah menjadi tempat berlindung beberapa warga Palestina selama berlangsungnya konflik dengan Israel.

Namun kini gereja tersebut telah sasaran penyerangan oleh pihak militer Israel. Tragedi tersebut membuat Patriarkat Ortodoks Yunani Yerusalem menyatakan kecaman keras atas serangan yang dilancarkan terhadap gereja Saint Porphyrius.

Saat ini Saint Porphyrius merupakan salah satu dari tiga gereja di Gaza, dua gereja lainnya adalah Gereja Katolik Keluarga Kudus di Jalan Zeitoun dan Gereja Baptis Gaza. (Almira Ramadhani)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.