Viral Qatar Ancam Hentikan Pasokan Gas Dunia Untuk Bela Palestina, Ini Faktanya

AKURAT.CO Qatar diisukan akan menghentikan pasokan gas ke seluruh dunia sebagai tindakan nyata untuk mendukung Palestina dalam perang dengan Israel di Jalur Gaza.
Isu ini muncul akibat unggahan media sosial X (Twitter) @qatar_affairs. Melalui cuitannya, akun tersebut mengatakan jika Qatar mengancam akan menghentikan distribusi gas ke dunia jika Israel tidak menghentikan serangannya ke Gaza.
"Qatar mengancam akan menghentikan pasokan gas ke dunia jika pemboman di Gaza tak berhenti!" tulis akun tersebut.
Adapun unggahan serupa oleh akun @alahdatharabian yang mengatakan Qatar akan menghentikan pasokan energi ke Eropa bila Eropa tak menghentikan aksi dukungan terhadap Israel.
Namun unggahan mengenai isu Qatar akan stop pasokan gas ke seluruh dunia itu tidak terverifikasi kebenarannya.
Seorang profesor di Timur Tengah, Marc Owen Jones, bahkan mengatakan jika berita yang disebarkan akun Qatar Affairs adalah palsu.
Ia mengatakan jika akun tersebut kerap membuat berita palsu yang menyudutkan Qatar dengan membingkai Qatar secara negatif.
"Dia menyamar sebagai akun berita yang sah dan sebagian besar konten mereka dirancang agar terlihat seperti akun berita standar Qatar, (tetapi) banyak disinformasi," ujar Jones dikutip melalui Doha News.
Menurut Jones, banyak sekali akun-akun yang bertebaran di media sosial yang menyebarkan berita hoaks mengenai Qatar. Akun-akun itu diyakini terkait mesin propaganda Uni Emirat Arab.
"Taktiknya memberikan kesan masuk akal sehingga masyarakat lebih cenderung memercayai berita palsu," kata Jones.
Meski pemerintah Qatar sudah mencoba menangguhkan akun-akun penyebar hoaks, namun akun-akun tersebut masih terus bermunculan menyebarkan hoaks.
Diketahui, saat ini konflik antara Israel dan Gaza masih terus berlanjut. Terbaru, Israel melancarkan serangan udara ke Gaza dengan meluncurkan roket ke Rumah Sakit Baptis Al-Ahli di Gaza yang menewaskan lebih dari 500 orang.
Namun Israel membantah ledakan tersebut akibat ulahnya. Israel mengatakan jika ledakan tersebut disebabkan kegagalan peluncuran roket Hamas, sebelum mengatakan jika ledakan tersebut akibat dari serangan roket Jihad Islam Palestina.
Tuduhan Israel pun dibantah oleh Jihad Islam Palestina dengan mengatakan skala ledakan yang terjadi di luar kemampuan kelompoknya.
Per 17 Oktober, jumlah korban tewas di Gaza mencapai 2.808 orang, sedangkan korban luka sebanyak 10.859 orang.
Sementara di Tepi Barat ada 57 tewas dengan 1.200 terluka. Di sisi lain, korban tewas di Israel sebanyak 1.400 orang dan 3.500 lainnya terluka. (Adinda Shafa Afriasti)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








