Kota Gerbang ke Machu Picchu Berkobar, Kerusuhan Peru Tewaskan 47 Orang

AKURAT.CO Bentrokan antara demonstran dan polisi meletus di kota wisata Cusco, Peru, di tengah aksi protes massa yang telah berlangsung selama sebulan dan terus berlanjut usai mantan Presiden Pedro Castillo dipecat. Jumlah korban tewas bahkan mencapai 47 orang.
Dilansir dari Al Jazeera, 37 warga sipil dan 6 petugas polisi terluka pada Rabu (11/1) ketika demonstran mencoba menduduki Bandara Internasional Alejandro Velasco Astete di kota tersebut. Bandara itu merupakan pintu gerbang bagi wisatawan yang ingin mengunjungi benteng Inca di Machu Picchu.
"Seorang warga sipil kemudian tewas terkena tembakan," ungkap otoritas kesehatan Cusco.
Rekaman video menunjukkan para demonstran melemparkan batu ke arah polisi yang menembakkan gas air mata untuk membersihkan area tersebut. Sementara itu, para korban luka terlihat ditolong tenaga kesehatan (nakes) dan sesama demonstran.
Menurut Jaksa Penuntut Pencegahan Kejahatan Cusco, Eduardo Poblete, para demonstran ingin meniru aksi protes Senin (9/1) di kota selatan Juliaca, dekat Danau Titicaca. Dalam peristiwa itu, 17 orang tewas saat ribuan demonstran berusaha merebut bandara.
Dipicu oleh pemecatan mendadak Castillo pada awal Desember, kerusuhan ini menjadi yang terburuk yang pernah dialami Peru dalam lebih dari 20 tahun.
Para demonstran, terutama dari daerah pedesaan terpinggirkan yang masih setia kepada Castillo, menyerukan pengunduran diri presiden baru, Dina Boluarte, Pemilu dini, konstitusi baru, pembebasan Castillo, dan keadilan bagi demonstran yang tewas dalam bentrokan dengan polisi. Castillo ditahan atas tuduhan 'pemberontakan' setelah mencoba membubarkan Kongres secara ilegal.
Sejumlah kerusuhan demonstrasi terburuk terjadi pada Senin (9/1). Pada hari tersebut, 17 orang tewas dalam bentrokan dengan polisi. Demonstran kemudian menyerang dan membakar seorang petugas polisi hingga tewas.
Menurut Kantor Ombudsman Peru, total korban tewas mencakup 39 warga sipil dalam bentrokan, dan 7 lainnya dalam kecelakaan lalu-lintas terkait blokade jalan, serta petugas polisi yang tewas terbakar. Kematian pada Rabu (11/1) di Cusco menambah jumlah korban menjadi 48 orang.
Sementara itu, pemerintah Peru mengumumkan jam malam 3 hari dari pukul 20.00 hingga 04.00 di provinsi Puno yang menaungi kota Juliaca. Kantor Kejaksaan Nasional pun telah meminta informasi dari Kepresidenan Dewan Menteri serta Kementerian Pertahanan dan Dalam Negeri Peru untuk penyelidikan terhadap Boluarte dan anggota kabinetnya atas kerusuhan tersebut.
Perpecahan Mendalam di Peru
Castillo meraih kemenangan tipis dalam Pemilu 2021. Padahal, ia seorang pemula politik yang tinggal gubuk bata di dataran tinggi Andes sebelum pindah ke istana kepresidenan. Tak pelak, fondasi politik Peru terguncang dan terjadi perpecahan mendalam antara penduduk ibu kota Lima dan pedesaan yang sudah lama terabaikan.
Boluarte telah berjanji mendorong memajukan Pemilu presiden dan Kongres pada 2024 dari jadwal semula pada 2026. Ia juga menyatakan dukungannya untuk penyelidikan yudisial soal apakah pasukan keamanan bertindak dengan kekuatan berlebihan. Namun, langkah itu sejauh ini gagal meredam kerusuhan.
Menurut Proyek Data Lokasi dan Peristiwa Konflik Bersenjata (ACLED), organisasi nonpemerintah yang melacak konflik secara global, kekerasan di Peru telah meningkat sebesar 150 persen dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu.
Di Juliaca, massa berbaris di samping peti mati dari 17 orang yang tewas dalam aksi protes pada Senin (9/1).
"Dina membunuhku dengan peluru," bunyi secarik kertas yang ditempelkan di peti mati Eberth Mamani Arqui.
Dina merujuk pada Dina Boluarte, presiden Peru saat ini.
"Demokrasi ini bukan lagi demokrasi," jerit kerabat korban.
Saat melewati sebuah kantor polisi yang dijaga puluhan petugas, para demonstran berteriak, "Pembunuh!"
Sementara itu, delegasi dari Komisi HAM Inter-Amerika telah memulai kunjungan pencarian fakta ke Peru untuk menyelidiki aksi protes dan tanggapan polisi. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 8Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 9DPR Ajak Semua Pihak Merawat Persatuan Lewat Kerja Nyata di Hari Sumpah Pemuda
- 10Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan



